Angkat Kisah Dinoyo, Teater SMKN 3 Juara Provinsi


MALANG – Mengangkat tema kearifan lokal daerah Malang, teater Embun SMKN 3 Malang berhasil meraih juara lomba pentas seni di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, September lalu.
Cerita yang diangkat oleh tim teater SMKN 3 Malang adalah tentang mitos asal muasal cerita nama Dinoyo dengan lakon Joko Lilo dan Dedes. Uniknya, karena keterbatasan pemain, para pemain yang terdiri dari 5 orang bermain teater dengan dua peran dalam satu panggung. Pemain dibatasi maksimal 5 dengan 5 pemusik. Sedangkan dalam cerita ini membutuhkan 10 orang pemain.
Pelatih drama, Izzul Mutho mengatakan, karena hanya mengandalkan  5 pemain, menuntut satu pemain harus memainkan dua peran.
Salah satu pemain yang paling merasa tertantang ketika memerankan dua peran, Ananda Rizqi Putri Aulia yang berperan sebagai siswa dan emak tua. Ia mengatakan, peran ganda yang ia lakukan sangat menantang. Sebab, dua karakter yang ia perankan sangat bertolak belakang.
Karakter siswa, membutuhkan suara yang manja, ceria, dan pita suara tipis. Sedangkan karakter emak, membutuhkan suara yang tebal, serak, dan terbata-bata.
“Jarak peran yang saya mainkan ketika di atas panggung tidak lama. Kira-kira dibagian saya memerankan siswa, beberapa menit kemudian emak muncul. Cukup menantang juga,”kata dia.
Trik atau strategi yang dilakukan, adalah dengan memanfaatkan selembar kain batik sepanjang dua meter untuk property dan mempertegas karakter.
“Untuk mempertegas karakter dalam drama memang menggunakan make up karakter yang permanen. Tidak ada keriput di wajah yang dibuat, hanya property kain batiknya. Ketika saya jadi siswa, kain batik jadi seragam rompi. Ketika saya jadi emak, kainnya jadi kerudung jaman dulu,” ulasnya.
Namun ternyata, menurut evaluasi juri, peranan ganda inilah yang menjadi poin plus tim teater SMKN 3 Malang meraih juara provinsi. Nanda mengungkapkan, dari ratusan sekolah yang mengikuti acara ini, hanya tim teaternya yang sukses memberikan persembahan seperti itu.
“Jadi para juri memberikan applause kepada kami. Menurut mereka, tidak ada yang berhasil melakukan dua peranan dalam satu panggung,”terang dia.
Selain strategi menantang yang dilakukan tim ini, pesan yang terkandung dalam ceritapun dibuat kekinian. Mengingat fenomena bulliying yang sedang terjadi. Pesan kekinian ini terkandung dalam Cerita Asal usul Dinoyo menceritakan tentang tokoh bernama Dedes yang mempunyai wajah cantik jelita namun ia suka mencuri. Hukuman sosial yang akhirnya membuatnya jera.
“Hukuman sosial inilah yang saat ini dikenal dengan bulliying. Dan bulliying inilah yang berhubungan dengan fenomena masa kini,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...