Segarnya Sirup Markisa Produksi SMPN 6


MALANG - SMPN 6 membuat produk minum sirup dari buah Markisa. Sirup buah Markisa hasil karya siswa ini akan dilombakan dalam seleksi Adiwiyata Provinsi. Selain perawatan tanaman dan taman yang berada di lokasi sekolah, memanfaatkan produk hasil tanam juga menjadi prioritas dalam kompetisi Adiwiyata.
Tanaman Buah Markisa ditanam di halaman sepanjang 36 meter dan lebar 2 meter berada di belakang sekolah. Sekali panen, kebun sekolah ini  bisa menghasilkan  4-5 kg. Dalam sekali panen, siswa bisa menghasilkan hingga 20 botol. Manfaat buah markisa ini beragam, diantaranya adalah mengatasi batuk anti alergi, menenangkan anak hiperaktif, melancarkan ASI, menjaga kecantikan wajah, dan bermanfat untuk diet.
Wakil Kepala SMPN 6 Heny Farida M.Pd mengharapkan, pemanfaatan buah markisa untuk sirup ini bisa menjadi salah satu andalan sekolah.
“Pada saat peninjauan dan penilaian Adiwiyata Provinsi beberapa hari lalu, dewan juri menyukai hasil tanam buah markisa kami. Menurut mereka buah markisa kami sehat-sehat dan mempunyai perkembangan yang cukup besar. Atas dasar itulah siswa memutuskan membuat minuman sirup itu,” terang dia.
Salah satu anggota Pokja Cheryl Sinta menjelaskan, cara membuat Sirup buah Markisa. Pertama, buah markisa dibelah dua. Setelah dibelah dua, daging dan biji dipisahkan. Kemudian masukkan biji markisa dan ditaruh ke baskom. Lalu, tambah sedikit air dan kemudian diblender.  
“Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini adalah sekitar satu hari,” terang dia.
Setelah proses blender selesai,lalu dipanaskan sari biji yang telah di blender dan dagingnya sampai mendidih. Langkah terakhir,untuk  pewarna alami, dimasukkan buah naga yang dihaluskan. Sambil didinginkan dimasukkan ke botol kaca. Kemudian ditutup sampai isinya surut.
“Setelah itu diendapkan hingga surut, distrelisasikan dengan air panas yg mendidih kemudian dalam keadaan terbuka. Setelah selesai, kemudian dituangkan ke botol,” urainya.
Sirup buah ini bisa bertahan 6 bulan di lemari es dan 3 bulan jika hanya didiamkan.
Saat ini, sirup buah sudah dijual dan dipasarkan ke kantin dan ke luar sekolah. Harga sirup buah markisa ini Rp 15 ribu per botol.
Anggota Pokja lainnya, Diah Ayu menerangkan cara mereka merawat markisa dengan diameter 30 cm tersebut. Ia membeberkan, karena buah markisa tidak membutuhkan banyak air, ia dan timnya hanya menyiram tumbuhan ini ketika musim kemarau saja.
“Itu perawatan rutin kami. Dengan begitu pertumbuhan buah markisa bisa maksimal,” pungkasnya. (sinta/oci)

Berita Lainnya :