Perusahaan Tambang Kalimantan Buka Kelas di Poltekom



MALANG - Politeknik Kota Malang (Poltekom) akhirnya membuka kelas Ikatan Dinas bekerja sama dengan Perusahaan Tambang terbesar asal Kalimantan PT. Sapta Indra Sejati (PT. SIS) yang saat ini memiliki tak kurang dari 500 karyawan dan 1.400 engineer, melalui skema Blanded Curriculum. Poltekom terpilih membuka kelas Ikatan Dinas ini bersama Universitas Gajah Mada (UGM) dan Akademi Teknologi Warga (ATW).
Pembukaan kelas Ikatan  Dinas PT. SIS untuk program studi Teknik Mekatronika (TM) ini ditandai selesainya digodoknya Blanded Curriculum yakni penggabungan kurikulum akademik dan kurikulum industri di kampus Poltekom, kemarin.
“Skema ikatan dinas ini diawali sejak mahasiswa semester IV mengikuti proses seleksi PT. SIS  dan baru pelaksanaan Ikatan Dinas di semester V dan VI,” jelas Imam Kusyairi MT, Ketua Program Studi Teknik Mekatronika (TM) Poltekom melalui rilis resminya ke Redaksi Malang Post.
Tiga bulan pertama di semester V lanjut Imam, mahasiswa akan memperoleh Basic Mechanical Course (BMC) dan tiga bulan berikutnya melaksanakan praktik kerja industry (prakerin).
Sedangkan di semester enam, mahasiswa mengikuti Diploma Preparation Program (DPP) dimana mahasiswa diterjunkan di area tambang guna melakukan observasi sampai dengan mahir melakukan presentasi.
Imam menambahkan, selama mengikuti ikatan dinas tersebut  mahasiswa sudah ditanggung SPP kuliahnya, menerima uang saku, asrama, pelatihan sampai dengan direkrut menjadi staf PT. SIS.
“Ada tiga posisi yang sudah disiapkan untuk lulusan Poltekom, yakni sebagai group leader (GL), engineer maupun planner,” lanjut pria berkaca mata ini.
Imam menambahkan, selain program ikatan dinas, Poltekom juga ditunjuk sebagai lokasi rekrutmen staf baru PT. SIS yang rencananya dilaksanakan bulan ini.
“Rekrutmen bulan ini sifatnya nasional untuk area Jawa Timur dan Indonesia Timur dan menerima para lulusan D3 dan SMK,” cetusnya seraya menyebut ini terjadi tak lepas dari menggeliatnya usaha pertambangan pada semester pertama tahun 2017 ini.  (oci)

Berita Lainnya :