magista scarpe da calcio Bisri: Budaya Riset UB Belum Bagus


Bisri: Budaya Riset UB Belum Bagus


 
MALANG - Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr M Bisri ingin memperbaiki budaya riset sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebab, menurutnya, budaya riset masih belum bagus di UB dibandingkan budaya mengajar. 
"Tapi bukan berarti riset harus mengalahkan mengajar, karena bagaimanapun itu tugas utama kita," ungkap Rektor pada Rapat Kerja Pimpinan, Kamis (4/10/17), dirilis Humas UB.
Menurut Rektor, walaupun sama-sama mengajar, dosen berbeda dengan guru. Dosen ditugasi oleh negara untuk melakukan riset. Sehingga bila selesai mengajar, ia berharap dosen menggunakan waktu sisanya untuk melakukan kegiatan yang terkait dengan riset.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wayan Firdaus Mahmudy, ST, MT, PhD mengatakan, untuk meningkatkan budaya riset di fakultasnya diberlakukan  aturan agar tiap dosen yang bergelar doktor harus memiliki satu tim riset yang beranggotakan tenaga pengajar dan mahasiswa. Dari tim riset ini diharapkan bisa muncul satu artikel yang terpublikasi. 
"Tapi ternyata bukan hanya satu, bisa terbit empat artikel yang terpublikasi," tuturnya.
Berbeda lagi di Fakultas Kedokteran Hewan, Dekan FKH Prof. Dr. Aulanni'am, DVM DES mengatakan langkah FKH untuk meningkatkan budaya riset dengan membuat payung penelitian untuk dosen. Dosen senior mengajak beberapa dosen untuk membuat riset. 
"Dosen senior memberitahu langkah-langkah melakukan riset. Setidaknya mereka tahu kalau riset tidak hanya jadi jurnal tapi dihilirisasi karena banyak riset di kedokteran hewan yang bisa dimanfaatkan orang, " katanya.
Salah satu langkah yang dilakukan UB untuk meningkatkan budaya riset di kalangan dosen disampaikannya adalah dengan menyediakan dana riset untuk periset muda. Di FKH, dana ini diperoleh dengan kompetisi  1 dibanding 3 maksudnya  1 dana diperebutkan 3 proposal dengan tema yang sama.
Menurutnya budaya riset mahasiswa lebih rata karena semua mahasiswa diminta membuat riset dengan kewajiban membuat tugas akhir. Hal ini berbeda dengan dosen karena tidak semua dosen menyukai riset dan lebih memilih mengajar walau itu bagian dari Tri Dharma.
"Kalau dosen tidak meningkatkan budaya risetnya bisa kalah dengan mahasiswa," pungkasnya. (oci)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top