FDS Dimanfaatkan untuk Persiapaan Program Adiwiyata


MALANG – Sejak penerapan Full Day School (FDS) setahun ini, SMPN 6 Malang semakin mempunyai waktu luang untuk memaksimalkan program Adiwiyata sepulang sekolah. Siswa bisa melakukan persiapan maksimal jelang Adiwiyata Provinsi. Bahkan suasana sepulang sekolah setiap harinya masih dipenuhi dengan para siswa yang tergabung dalam Pokja Adiwiyata. Mereka dengan tekun dan rajin melakukan aktivitasnya untuk Adiwiyata.
Kepala SMPN 6 Malang, Risna Widyawati, mengakui, jika full day ini sangat membantu proses menuju Adiwiyata Provinsi. “Hal ini juga termasuk dalam pengembangan karakter. Masuk dalam karakter mandiri. Sebab mereka bisa melakukan tanggung jawab dalam Pokjanya sendiri,” ungkap Rizna.
Rizna mengatakan, perbandingan yang dirasakan dari sistim full day dengan sebelumnya, memang sangat terasa. Jika sebelumnya, siswa pasti merasa akan terbebani jika sepulang sekolah harus mengerjakan Adiwiyata, kali ini mereka yang sudah terbiasa pulang sore hari merasa tidak ada beban dan tanggung jawab.
Salah satu siswa yang tergabung dalam Pokja tanaman dan toga, merasakan sistem full day tidak membuatnya terbebani ketika harus melakukan persiapan Adiwiyata Provinsi.
Ia mengatakan, fokusnya untuk melakukan kegiatan Adiwiyata semakin terasa. Walaupun, lanjut dia, mata pelajaran yang semula hanya 8 jam, bertambah menjadi 9 jam, lalu ditambah bimbingan belajar di kelas dan jam tugas mandiri. Buku-buku yang dibawa juga lebih berat.
“Menjalankan tanggung jawab saya untuk memberikan yang terbaik ketika Adiwiyata nanti, bisa semakin fokus dibandingkan tahun lalu ketika belum fullday,” ulasnya.
Meski awalnya capek dan terbebani dengan full day, sebenarnya program ini menurutnya mendukung proses Adiwiyata ini. “Orangtua pasti support. Berbeda jika tahun sebelumnya, saya pulang sore orang tua curiga. Padahal mengerjakan Pokja saya. Dan ini otomatis lebih terkoordinir aja. Waktunya terpakai di sekolah untuk kegiatan positif, biar enggak pacaran,” pungkasnya. (sin/udi)

Berita Lainnya :