magista scarpe da calcio Syarat S2 Tak Bisa Ditawar


Syarat S2 Tak Bisa Ditawar


MALANG - Minimal gelar S2 bagi pengajar di perguruan tinggi tak lagi menjadi syarat mutlak. Terobosan kebijakan baru dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi membuka peluang bagi siapapun dengan profesi tertentu menjadi pengajar di kampus. Kebijakan ini, menurut Rektor Universitas Gajayana Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE MM tidak bisa ditelan mentah saja. Ia berharap, semua dosen patuh pada peraturan bahwa pengajar S1 harus memiliki kualifikasi minimal lulusan program magister (S2).
“Karena itu merupakan tuntutan dan aturan yang harus dipenuhi. Kami memang berharap S2 menjadi kompetensi minimal yang harus dipenuhi, dan inshaallah sudah terpenuhi. Memang harus melihat data, tapi saya yakin semua universitas sudah menerapkan itu semua,” ujar Dyah.
Meskipun, lanjutnya, kini Kemristek Dikti membuka ladang baru bagi lulusan S1 untuk dapat mengajar di perguruan tinggi asalkan memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan harus mengantongi kualifikasi dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
“Contohnya, seperti mereka yang bisa mengajar dan keahlian sesuai dengan bidangnya masing-masing,” sambungnya.
Tak hanya mengejar kualifikasi dari sisi pengajar, kini pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan tiga Universitas di Malaysia. Sebanyak sepuluh universitas akan digerakkan untuk kerjasama dalam berbagai bidang dalam tridharma perguruan tinggi.
“Untuk bidang kerjasamanya tentu dalam pendidikan, bisa saja tri dharma. Semua tergantung pada kesepakatan masing-masing universitas,” imbuhnya.
Menindaklanjuti perihal Pelaksanan Akreditasi Tahun 2017 bahwa BAN-PT akan menerapkan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) berbasis instrument yang berlaku mulai 1 Juni 2017, kini pihaknya juga telah menginstruksikan untuk menguatkan sistem ini di semua perguruan tinggi.
“Yang harus dikuatkan sekarang ini yakni semua SAPTO di universitas harus online. Sekarang semuanya sudah berbasis pada teknologi informasi, jadi memang harus online. Untuk ini, kami sudah lakukan pelatihan SAPTO selama tiga bulan,” imbuhnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top