Kritik Rendahnya Profesionalitas Guru


MALANG - Produktivitas Kusmiati, Guru SMP Islam Sabilillah Malang dalam menulis tak diragukan. Sudah ada 20 judul buku karyanya, salah satunya bahkan lolos seleksi buku Kemendikbud tahun 2017. Buku tersebut berjudul Merajut Asa di Batas Negeri. Karya ini pula, yang mengantarkannya sebagai wakil Kota Malang dalam Lomba Desiminasi Inovasi Buku Karya Guru di Jakarta. Ia tidak menyangka bukunya bakal lolos ke ajang nasional itu. Sebab, menurutnya karya terbaiknya justru adalah karya tulis sastra.
“Saya suka menulis sastra sebenarnya, tapi mencoba dengan buku nonfiksi untuk sedikit berbagi tentang pendidikan anak kepada orang tua berdasarkan prespektif dan pengalaman saya sebagai guru yang sudah 17 tahun. Sebagai guru saya selalu dihadapkan pada masalah-masalah bahkan tantangan,” kata dia.
Buku yang ditulisnya selama hampir satu bulan itu menceritakan tentang kisah guru yang hidup di pedalaman Kalimantan yang berjuang untuk sekolah dan siswanya tanpa pamrih.
“Buku itu menceritakan tentang pengabdian seorang guru yang benar-benar mengabdi untuk negeri,” kata dia.
Guru yang dikisahkan, adalah seorang guru yang rela mengorbankan segalanya demi profesinya itu. Ia menggambarkan sosok guru yang profesional dan sebenarnya dalan bukunya tersebut. Ia sengaja mengangkat tentang profesionalitas guru, sebab menurutnya, masih sedikit guru yang bisa dijadikan tauladan profesionalisme.
Ia menceritakan, suka duka dunia menulis yang ia jalani selama ini. Dalam menulis, sambungnya, senangnya adalah bisa berbagi ilmu dan pengetahuan dan semoga menginspirasi orang lain dengan tulisan. Selain itu, sambung dia, juga bisa mewariskan tulisan kepada anak cucu nantinya.
“Saat buku terbit, membuat kita semakin ingin terus untuk menulis. Menulis buat saya seperti candu,” katanya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :