Program Pariwisata Unmer Malang Gandeng Jepang

 
MALANG - Bidang pariwisata memiliki peran penting dalam sektor ekonomi untuk menggantikan devisa negara dari beberapa sektor. Untuk itu, Program Diploma Pariwisata Universitas Merdeka Malang sedang menggenjot berbagai program dalam peningkatan pendidikan, serta membantu pariwisata menjadi unggul sebagai pendapatan negara.
“Bulan ini kami bekerja sama dengan Universitas Kanasawa di Jepang untuk program alih kredit pertukaran pelajar. Mahasiswa kami akan belajar di sana, begitu juga sebaliknya,” kata Ketua Program Diploma Pariwisata, Dr. Sunardi, SE., MM.
Melalui hibah bantuan fasilitas dari negara, di program ini, mahasiswa akan belajar masing-masing kebudayaan. Selain mengenalkan kebudayaan Indonesia pada Jepang, maka mahasiswa Indonesia juga dapat belajar budaya Jepang. Ini penting mengingat banyak wisatawan Jepang yang datang ke Indonesia.
“Karena orang asing senang sekali menelusuri jejak leluhur mereka. Untuk itu, dalam pembelajaran kami juga ada mata kuliah bahasa yang wajib yaitu bahasa Jepang dan bahasa Inggris,” sambungnya.
Dengan sistem pendidikan terbesar berada pada praktek, Program Diploma Unmer memiliki berbagai fasilitas laboratorium dengan peralatan yang canggih. Dengan mahasiswa yang berasal dari 30 provinsi di Indonesia, diharapkan dapat menjadi penggerak wisata di daerahnya masing-masing.
“Di sini juga banyak mahasiswa dari keluarga yang memiliki bisnis wisata, hotel dan kuliner. Karena bila suatu wisata disentuh oleh mereka yang memiliki ilmu tidak hanya dari pengalaman, tentu hasilnya akan berbeda,” kata dia.
Salah satu program pengabdian masyarakat oleh Lembaga,  hari ini Program Diploma Pariwisata mengadakan penyuluhan pendidikan di Lapas Wanita dengan materi ketrampilan berwirausaha, khususnya pembuatan travel wisata dan seni makanan.
“Hampir 80 persen penghuni lapas wanita itu adalah pengedar narkoba. Dan mereka bukan berasal dari masyarakat tidak mampu atau yang tidak berpendidikan,” ujarnya.
Sunardi menambahkan, selama ini perhatian kampus pariwisaya pada masyarakat sudah banyak tercurah pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), padahal, penghuni lapas memiliki potensi yang besar untuk ikut serta dalam memajukan kepariwisataan.
“Kami datang untuk memberikan bekal motivasi agar mereka merasa percaya diri dan mandiri. Kami berikan pengetahuan bahwa mendirikan usaha wisata itu tidak sulit. Hanya butuh modal kemauan, karena sekarang ini program bantuan dana dari pemerintah dan swasta juga sudah semakin banyak,” tutupnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :