Deteksi Stroke Sejak Bayi dengan Radiologi

 
MALANG – Hari ini, (12/10), Universitas Brawijaya mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian. Salah satunya yakni Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad, dengan penelitian mengenai peran radiologi dalam mencegah deteksi dini penyakit stroke yang terkait dengan aterosklerosis. Hal ini dilatar belakangi oleh penyakit stroke yang mulai menyerang penderita usia muda.
“Dari catatan di RSSA kini rata-rata penderita berusia 48 tahun. Dan dari suatu riset juga menyebutkan jumlah penderita stroke untuk usia 15 hingga 40 tahun juga mengalami peningkatan,” ujarnya.
Pasien yang menderita stroke tentu mengharapkan sembuh sempurna, dan hal tersebut harus melalui penanganan yang komprehensif dan terpadu. Namun, akan lebih baik bila terdapat sistem deteksi dini sehingga penyakit stroke dapat dicegah. Terlebih bila hal tersebut dapat dilakukan pada orang dengan faktor risiko, misalnya keturunan.
“Dan ini bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan radiologi pada ketebalan pembuluh darah inti. Radiologi bersifat tidak invasif, tanpa radiasi dan tanpa efek samping, dengan menggunakan ultrasonografi,” imbuhnya.
Pemeriksaan pada pembuluh darah ini dianggap tepat karena dapat mewakili keadaan pembuluh darah di tubuh dan menjadi prediksi keadaannya di masa mendatang. Yuyun menambahkan, pemeriksaan sudah dapat dilakukan sejak bayi sehingga potensi adanya penyakit stroke pada tiga hingga empat decade mendatang, dapat diminimalkan melalui pola hidup sehat. 
Di Indonesia, pengukuran ketebalan intima-media arteri carosis sampai saat ini belum mejadi prosedur rutin skrining dalam rangka pencegahan. Sebagai wujud nyata peran radiologi dalam penatalalaksana stroke iskemia bagian Radiologi FKUB – RSSA melakukan kegiatan pengabdian msyarakat di tahun 2016 dan 2017 ini.
“Dengan data ketebalan intima-media carteri ini harapannya bsia dilakukan pencegahan dini. Semoga kejadian stroke iskemia sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia dan kecacatan bisa diturunkan,” lanjutnya. (ras/oci)

Berita Lainnya :

loading...