Guru PAUD Belajar Membuat Clay Alami



MALANG – Mainan anak dari clay menjadi salah satu mainan yang diminati anak, karena selain menyenangkan, dapat juga digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Sekarang ini, banyak clay yang terbuat dari bahan kimia, sehingga berbaya bila sampai tertelan oleh anak kecil.
Untuk itu, dibuatlah clay dari bahan-bahan alam, diantaranya dari kombinasi tepung terigu, tapioca dan maizena. Adalah program dari Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, kemarin (12/10) mengadakan pelatihan kerajian tangan dengan bahan clay alami bagi pengajar dan calon pengajar PAUD dan SD.
Drs. AAAG Rai Arimbawa, MSn selaku ketua panitia mengatakan, pelatihan ini untuk membentuk pengertian bila mainan anak tidak harus mahal. Karena, yang terpenting yakni bagaimana membuat anak berkreasi secara maksimal, dan ramah lingkungan.
“Biasanya pakai plastisin dan berbahaya bila sampai tertelan. Yang penting untuk clay ini bisa diaplikasikan di kelas. Dan tidak sulit kok, tergantung bagaimana cara mengkreasikannya,” ujarnya.
Kemarin, puluhan guru dan calon guru diajak berkreasi langsung dengan clay berbahan tepung terigu, tapioca, dan maizena dalam perbandingan tertentu. Untuk merekatkan, digunakan lem putih, serta natrium benzoate sebagai pengawet makanan yang aman. Agar tangan tidak lengket dan clay wangi, bisa ditambahkan baby oil. Atau bila tidak ingin mahal, cukup menggunakan minyak goreng.
Membuat mainan dari clay ini dianggap mudah, karena menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang mudah didapat. Tipsnya, harus bersabar dan sering berlatih. Clay dapat dibentuk dalam miniature buah dan sayuran, yang selain untuk hiasan, dapat pula digunakan untuk pengenalan kepada siswa TK.
Salah satu peserta, Farida Arnaz Al Abdillah, mahasiswa semester tujuh jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar berharap kegiatan serupa lebih sering dilaksanakan.
“Karena biasanya hanya seminar pendidikan saja, kalau seperti ini akan bagus sekali dan bermanfaat untuk kami para calon guru. Selain belajar berbaagi bentuk, clay yang dicat juga bisa membantu siswa mengenal berbagai warna,” katanya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...