ITN-Wako University Jepang Kupas Teknologi SIG



MALANG - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar Kuliah Tamu bertema Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh untuk Penanggulangan Bencana, kemarin (12-10/17).  Kehadiran narasumber Prof. Dr. Bambang Rudyanto, dosen Wako University, Jepang diharapkan memperkaya wawasan dosen maupun mahasiswa sehingga tertantang untuk melakukan penelitian.
Bambang Rudyanto mengungkapkan, dengan wilayah Indonesia yang luas dan tak terjangkau manusia serta setengah dari wilayahnya yang tak berpenghuni, sangat penting adanya system untuk meningkatkan sumber daya dan potensi wilayah melalui analisa geografis mendetail wilayah-wilayah tersebut.
Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini yakni GIS dan remote sensing, untuk menganalisa data dari foto dari pusat udara atau satelit, yang kemudian dapat memudahkan manusia dalam berbagai teknologi.
“Salah satunya yakni dapat untuk menganalisa ketimpangan ekonomi secara makro. Saat ini pemerintah sedang cenderung untuk membangun infrastruktur di luar Jawa. Setelah melihat populasinya, dapat diputuskan apakah pembangunan tersebut benar-benar perlu atau tidak,” ujarnya.
Teknologi GIS dan remote sensing yang telah dikembangkan oleh NHK Big Data Provider dan Disaster Management, suatu badan meteorologi dan geofisika Jepang, dapat menginformasikan kepada media social suatu kejadian gempa pada tahun 2011 hanya dua menit setelah kejadian.
Ini tentu penting untuk mengatasi bencana gempa yang biasanya terjadi lebih dashat di gempa kedua. Dan pada tahun 2015, system ini harus sudah tersampaikan 32 detik sesudahnya.
Prediksi gempa, lanjutnya, harus tersampaikan beberapa hari hingga satu menit sebelum terjadi sehingga memungkinkan penyelamatan diri dan menghindari jatuhnya banyak korban. Dalam penerapannya, lanjut Bambang, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah dengan institusi yang lain.
Wakil Rektor I ITN Malang, Dr. Ir. Kustamar, MT menyatakan kuliah tamu ini sebagai salah satu program internasionalisasi kampus dalam bidang penelitian yang aplikasional. Saat ini, jurusan Geodesi ITN sedang bekerja sama denga Wako University untuk mengembangkan uji alat sensor udara dari Jepang untuk diterapkan di Kota Malang.
“Jurusan Informatika juga bekerja sama dengan Malaysia untuk kelas double degree, dimana mahasiswa berkuliah selama tiga tahun di ITN dan setengah tahun di Malaysia dan menerima dua ijazah,” tambahnya. (ras/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...