FKIP Unisma Raih Hibah Revitalisasi LPTK 2017


 
MALANG –  Meraih hibah revitalisasi LPTK 2017, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisma menggelar lokakarya pengembangan perangkat evaluasi pembelajaran untuk menghasilkan standar evaluasi yang seragam di seluruh lingkungan pendidikan Unisma. Kegiatan ini merupakan program hibah revitalisasi LPTK tahun 2017 dan tindak lanjut dari rekonstruksi kurikulum pembelajaran selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Hadir sebagai narasumber yakni Wakil Rektor I Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Dalam lokakarya ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan objektivitas penilaian yang sama, karena sebelumnya evalusi pembelajaran masih berdasarkan pada ketentuan di masing-masing program studi.
“Ada berbagai penilaian, yakni yang berbasis norma, berbasis criteria, atau pada kombinasi keduanya. Dan setelah lokakarya ini, diharapkan semuanya seragam,” ujar Sekretaris Pelaksana Acara Djuhari, M.Si.
Dalam lokakarya tersebut dijelaskan bahwa pada evaluasi menggunakan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif mencangkup pada kegiatan mental atau otak, meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan dan seterusnya hingga kemudian dilakukan evaluasi.
Dalam ranah afektif yang berkaitan dengan sikap dan nilai, mencangkup pada menerima teori hingga kemudian dapat dijadikan sebagai nilai hidup. Selanjutnya untuk aspek psikomotorik, maka dengan meniru dan hingga kemudian dalam tahap tertinggi, pelajar dapat mencapai kemampuan yang dilakukan secara spontan dan otomatis.
“Seorang pengajar harus memahami betul, apakah kompetensi yang di ditanamkan termasuk dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik, atau paduan dari kedua atau ketiganya karena hal ini akan berpengaruh pada alat ukur yang digunakan dalam menentukan nilai siswa,” ujarnya.
Selama ini ternyata aspek kognitif tak hanya bsia diukur melalui evaluasi tertulis, namun juga terdapat assement alternative yang lebih otentik dan signifikan untuk mengkungkap secara langsung proses belajar siswa.
Tak hanya itu, dalam lokakarya yang diikuti oleh semua dosen dari masing-masing program studi di Unisma ini, juga diterangkan mengenai assessment lain yang bisa dilakukan oleh pengajar untuk menilai kinerja siswanya. (ras/adv/oci)

Berita Lainnya :

loading...