Kabupaten Malang Sasaran SMA Double Track


 
MALANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim akan segera merealisasikan penerapan SMA double track pada tahun ajaran baru 2017/2018. Dengan menjadi sekolah double track, selain siswa mendapatkan ilmu akademis, mereka juga akan diberikan keterampilan sebagaimana yang didapatkan siswa SMK. Pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk pembimbingan. Kepala Disdik Jatim Dr. Saiful Rachman membeberkan dana pembimbingan itu disiapkan untuk 20 sekolah di Jawa Timur. 
“Saat ini sudah banyak proposal masuk ke Disdik Jatim untuk mengajukan sekolahnya. Tapi memang akan kami fokuskan untuk sekolah-sekolah pinggiran, yang berada di Kabupaten,” kata dia.
Sekolah yang sudah mengajukan untuk pola baru ini antara lain SMA di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Trenggalek. Sementara itu, Saiful menganggap, untuk wilayah Malang Raya, yang akan diprioritaskan adalah Kabupaten Malang.
Sebab, dari hasil survey dan pengamatannya, Kabupaten Malang mempunyai potensi menerapkan sekolah double track, karena kemampuan ekonomi wilayah dan juga SDM yang dimiliki.
"Kalau Kota Malang tidak menjadi daerah sasaran. Kota Malang daerah bagus. Yang saya tunggu adalah proposal dari Kabupaten Malang.," kata dia.
Sistem double track akan diterapkan dalam kurikulum mendatang. Sekolah yang layak, harus menjalankan kurikulum baru ini. ia membeberkan nantinya dalam kurikulum ini, siswa akan mendapatkan keterampilan sesuai kebijakan sekolah masing-masing. 
“Terserah nanti sekolah menerapkan apa, yang pasti proposal yang masuk harus rasional, dan memungkinkan untuk diterapkan,” terangnya.
Jika sekolah sudah menerapkan kurikulum ini, lanjutnya, siswa akan dibekali keterampilan untuk bekal mereka tanpa harus meneruskan kuliah. 
“Tujuan kami memang membantu siswa tidak mampu di daerah pinggiran yang tidak bisa melanjutkan kuliah agar mempunyai keterampilan,” bebernya.
Sementara terpisah, Kepala SMAN 6 Malang, Drs. Haryanto, M.Pd merasa kebijakan yang diterapkan pemerintah ini kurang sesuai. Menurutnya, SMA dicetak untuk melanjutkan kuliah dan menghasilkan SDM yang kaya intelektualnya.
“Sekolah saya berada di pinggiran, tapi saya rasa sistem ini memang lebih cocok jika diterapkan untuk SMK, bukan untuk SMA,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :