SMPN 4 Juara Apresiasi Seni Pelajar


MALANG – Tim teater Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang (SMPN 4) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Apresiasi Seni Pelajar (ASP). Mengangkat judul cerita “Sawong Rukun”yang diadopsi dari cerita Cindelaras, tim ini berhasil memikat perhatian juri.
Penampilan drama yang dipersembahkan oleh para pemain bukan hanya sekadar memainkan peran. Namun mereka juga merangkap bermain musik, dan koreo. Menurut juri, hal itu menjadi keistimewaan tim teater ini.
“Ketika kami melakukan evaluasi, juri menyebutkan jika tim ini memang berhasil meraih juara karena keistimewaannya yang bisa dikatakan multi talent. Yang lainnya, hanya menampilkan peran dalam drama saja,” kata Koordinator Lomba Drs Licin Wijaya.
Selain hal itu, pengemasan drama juga menjadi poin penting. Cerita Sawong Rukun yang diadopsi dari cerita rakyat Cindelaras, tidak menonjolkan adegan tentang sabung ayam, yang menjadi ciri khas cerita ini. Karena dalam kriteria juri, memang tidak diperkenankan menampilkan adegan-adegan yang mempunyai nilai negative.
“Itulah tantangan bagi kami. Kami harus memikirkan bagaimana caranya agar pesan dari cerita yang sarat akan makna tersebut tersampaikan. Namun, tidak menampilkan nilai-nilai negatifnya seperti sabung ayam,” bebernya.
Tidak menampilkan sabung ayam yang menjadi karakter cerita, dirasakan juga sebagai tantangan tersendiri bagi peran utama Cindelaras, Namira Allega. Bagi dia, memainkan gerakan imajinatif bukan hal yang mudah.
“Saya harus membuat pesan yang dikirim tersampaikan. Saya harus bisa memberikan ruh atau pesan tersampaikan kepada penonton. Tanpa Ayam, kami hanya menggunakan kotak kosong. Tapi saya juga harus acting, mengejar ayam, mengendalikan ayam, hingga berpura-pura mengatur ayam ketika ditarungkan,” kata dia.
Ia sempat kebingungan ketika harus berimajinasi. Namun tipsnya, adalah ia harus berkonsentrasi penuh agar bisa berinajinasi dengan baik. Sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima. “Sutradara sampai harus memarahi saya, ketika latihan.Berupaya fokus dan tenang, agak susah, Tapi akhirnya, saya berkonsentrasi. Kadang juga sedikit melakukan rileksasi agar bisa konsen,” terang siswi kelas VIII itu.
Tapi ia puas, sebab imajinasi yang ia lakukan berhsil. Bukan hanya memukau penonton, tapi juga berhsil memukau hati para juri.
 “Juri mengatakan, hasil imjinasi saya mendapatkan nilai tertinggi, Saya senang bisa mempersembahkan yang terbaik, walau tantangan utama susah untuk fokus, tantangan sedikit susah,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :