Aktifkan Ekskul Drumband, Berharap Dongkrak Popularitas Sekolah


MALANG - Dengan Perjuangan keras dan komitmen warga sekolah, SDN Ketawanggede berhasil menyelenggarakan ekstrakurikuler bergengsi yakni Drumband. Untuk bisa menghidupkan ekskul ini, sekolah harus bekerja keras mengingat ekonomi mayoritas siswa yang pas-pasan.
SDN Ketawanggede berupaya menyalurkan minat dan bakat para siswanya dalam seni musik. Ekskul Drumband ini diikuti oleh siswa kelas 3,4,5, dan dilakukan setiap hari Senin.SDN Ketawanggede mendatangkan pelatih dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Ada dua orang yang melatih Drumband setiap minggunya.
Kepala SDN Ketawanggede Drs Bambang Suryadi, M.Pd mengatakan, ekskul ini awalnya sempat vakum dan tidak berfungsi. Namun ketika kali pertama ia datang kesini, ia berkeinginan untuk menghidupkan kembali ekskul ini.
Disamping untuk menyalurkan minat dan bakat para peserta didik, grup drumband tersebut diharapkan dapat membuat SDN Ketawanggede menjadi sebuah sekolah dasar yang lebih difavoritkan oleh masyarakat sekitar.
“Awalnya pada tahun 2013 saya datang ke sini untuk survey. Saya melihat adanya alat-alat yang dianggurkan, dan katanya memang sudah beberapa tahun vakum. Karena keterbatasan biaya dan juga pengelolaan yang kurang,” kata dia.
Setelah ia melihat banyak alat yang dianggurkan di gudang, ia akhirnya memutuskan untuk memberdayakan kembali ekstrakurikuler ini. Dengan pertimbangan, ekstrakurikuler ini adalah ekstrakurikuler yang mampu menggali banyak potensi.
“Selain potensi musik yang utama, tentu saja juga potensi dance ya. Sebab ada colour guard, yang membutuhkan gerakan koreo menarik,” katanya.
Pertimbangan berikutnya, adalah ekstrakurikuler ini sangat populer. Karena kepolulerannya, pada akhirnya ia mengangkat kembali ekskul ini. Ia berharap dengan menghidupkan kembali ekstrakurikuler ini, bisa memberikan dampak positif untuk sekolah.
“Karena ekskul ini populer sekali ya, jadi kami memang ingin mempopulerkan ekstrakurikuler ini. Agar sekolah kami bisa ikut kompetisi dan mengangkat nama SDN Ketawanggede,” paparnya.
Walau sempat dilema, apakah ketika eksul ini dihidupkan lagi ia bisa mengembangkan dan meyakinkan orang tua karena keadaan ekonomi, ia tetap mencoba untuk merundingkannya dengan orang tua siswa.
Ia mencoba meyakinkan orang tua siswa dengan, memberikan solusi biaya seminim mungkin untuk ekskul yang ia anggap cukup bergengsi ini.
“Biaya ekskul ini cukup banyak. Alat sudah punya, tapi seragam harus terus diperbarui. Nah, solusinya untuik seragam, kami mencari penjahit yang murah saja. Paling range Rp 100-200 ribu, dan kami bilang kalau akan mendatangkan pelatih ABRI, jadi siswa-siswa juga akan belajar untuk membangun karakter disiplin mereka. Itu pancingan saya,” ujarnya.
Setelah berhasil meyakinkan orang tua, ia pun akhrinya memutuskan untuk menghidupkan kembali eksul ini. Ia kemudian mengajak kerjasama orang tua, mulai merintis sejak saat itu.
Ia juga ingin menjadikan drum band sebagai ikon sekolah. Dan akhirnya terbukti, sejak dihidupkan kembali 2013, proses latihan dan refresh kembali selama tiga tahun, di tahun 2015, Drumb Band SDN Ketawanggede berhasil meyabet juara pada ajang Kejurda.
Di tahun 2016, Drum Band SDN Ketawanggede berhasil meraih juara 7 dan juara 3 untuk Gitapati.  Walau masih belum bisa meraih prestasi puncak, namun bagi dia, itu adalah awal yang baik dan membanggakan.
Untuk saat ini, kelompok Drumb Band yang terdiri dari sekitar 150 siswa ini tengah berlatih untuk menghadapi ajang Kejurda pada April mendatang. Mereka mempersiapkan tiga lagu daerah nasional. Pertama, lagu Manuk Dadali dari Bali, kedua lagu Bungong Jeumpa dari Aceh dan Apuse dari Irian Jaya.
Ketiganya akan ditampilkan dipadu dengan tarian tradisional.
“Nantinya kami akan menggandengnya dengan ekskul tari. Latihan yang dilakukan sendiri-sendiri, tapi nanti ketika dua bulan akan digabungkan,” tandasnya.
Ia mengungkapkan, banyaknya minat siswa di SD, memudahkan mereka dalam mengikuti latihan.
“Memang anak-anak sini kan punya bakat, sehingga ketika Ekskul Drumband direalisasikan, anaknya langsung bisa mengikuti,” sambungnya.
Oleh karena itu, melalui pembinaan yang baik, ke depan ekskul Drumb Band diharapkan dapat semakin berkembang serta berprestasi.
“Artinya, kalau ada peluang semoga bisa tampil di ajang nasional. Kemudian kalau kemarin masih hanya terjun di Kejurda. Nah siapa tahu kalau ada even-even yang sifatnya kejuaraan atau lomba nasional bisa lolos nantinya,” pungkasnya. (sinta/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...