Ajak Traveler Kreatif dan Bertanggungjawab


MALANG – Traveling kini harus dilakukan dengan cara yang kreatif. Tak hanya ramah lingkungan, tidak harus dengan menghabiskan uang, namun dari kegiatan ini bisa mendatangkan pemasukan. Karena itu, pada 3 Oktober lalu, Program Studi S1 Pariwisata dan Himpunan Mahasiswa Pariwisata FIA UB mengadakan acara seminar bertajuk Provocation : Jangan Jadi Traveler. Menghadirkan Fiersa Besari, penulis yang banyak terinspirasi kisah travelingnya, Febrian travel blogger yang juga host acara Indonesia Kaya, serta Luthfi Maizakusuma.
“Kini traveling sebagai mantra baru dan obat yang mujarab untuk peningkatan ekonomi suatu daerah. Mengundang praktisi traveler, kami berharap dapat menjadi pemicu peserta untuk traveling dan melakukannya dengan kreatif dan bertanggung jawab,” ujar Ketua Program Studi Pariwisata, FIA UB Yusri Abdillah, S.Sos, M.Si, Ph.D
Traveler yang kreatif, lanjutnya, justru dapat menghasilkan uang dengan kegiatan travelingnya. Salah satu carnya melalui penulisan karya ilmiah, dan tulisan lain dibantu dengan teknologi internet yang kini kian masif. Dunia perkuliahan bidang pariwisata juga mau tak mau harus bergerak maju menyesuaikan kebutuhan traveler muda.
“Dalam perkuliahan Program Studi Pariwisata terus mengalami perubahan, seperti bagaimana menciptakan perjalanan wisata yang sesuai dengan era sekarang, dan dapat menampung aspirasi anak muda. Yang terpenting, yakni dengan tetap memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan,” urainya.
Tema Jangan Jadi Traveler, dipilih sebagai aksi promosi provokatif kepada generasi muda untuk justru menjadi seorang traveler, dengan didorong untuk melakukan wisata di Indonesia sendiri. Dituturkan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Pariwisata, Yusrisa Ekka Febriana, semua destinasi wisata yang ada di luar negeri, telah ada di Indonesia.
“Waktu seminar itu, Lutfi mengatakan dia baru saja pulang dari London. Ternyata, di Indonesia pun sudah ada seperti yang di London. Dengan Dengan mengunjungi tempat wisata di Indonesia, maka itu berarti membantu perekonomian negara sendiri,” kata mahasiswa semester tujuh ini.
Kegiatan seminar diikuti oleh banyak peserta tak hanya dari mahasiswa program studi pariwisata saja, namun juga jurusan lain dan dari berbagai Universitas di Malang. Tak hanya dari mahasiswa, peserta juga berasal dari mereka yang memiliki hobi traveling, menyukai menulis, serta memiliki minat menulis di bidang traveling.
“Dari jumlah 250 peserta yang kami targetkan, ternyata jumlahnya membludak hingga mencapai 300 orang,” tutup Risa. (ras/adv/oci)

Berita Lainnya :

loading...