Siswa SMKN 6 Diajari Tangani Patah Tulang


MALANG - Siswa SMKN 6 Malang yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pencinta Alam dan Pramuka diajarkan tentang Pertolongan Pertama Gawat Dariurat (PPGD) dan penyelematan.  Tujuannya agar siswa sekolah yang berlokas di Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang mengetahui caranya bertindak dan memberi pertolongan jika terjadi kecelakaan.
Pelatihan dilakukan dengan cara  mendatangkan anggota SAR Pakem dan Relawan Malang. Siswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 50 orang. Mereka antusias mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami mengundang dua tim SAR untuk memberikan materi kepada siswa yang ikut Pecinta Alam dan Kepramukaan agar tanggap ketika menghadapi sesuatu yang sulit saat ia berada di alam maupun dalam keadaan berbahaya,” ungkap pembimbing Pencinta Alam SMKN 6 Malang,  Salmah Unaizatin, S. Pd, M.Si.
Agung Mahardika, salah satu anggota SAR memberikan materi tentang cara menangani dan  menghentikan pendarahan yang hebat. “Jika terjadi pendarahan akibat terluka oleh benda tajam atau tergores sesuatu di alam liar maupun di perkotaan, caranya ambil jarak satu hasta dari mata luka lalu diikat dengan rapat,” papar Agung kepada siswa.
Ia menjelaskan langkah selanjutnya setelah memberikan ikatan ialah menutup luka dengan benda yang bisa meresap darah. Seperti lanjutnya, pembalut bersih maupun kain yang bersih dan kemudian segera mencari penanganan pihak medis.
Lain lagi jika kasusnya tergigit ular berbisa.  Agung mengemukakan bahwa jika terkena pagutan ular, sesegera mungkin mengikat bagian tubuh dengan jarak sejengkal di atas mata luka agar racun tidak semakin menyebar. Setelah itu sesegera mungkin dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. “Intinya jangan panik dalam melakukan penanganan awal,” imbuhnya.
Sementara itu,  Satria Cakra, anggota SAR Pakem membawa materi tentang penanganan pertama pada korban patah tulang.   “Untuk korban patah tulang, penanganannya gampang-gampang susah,” ujarnya saat memberi penjelasan di depan kelas.
Penanganan pada korban patah tulang lanjut Cakra, sesegera mungkin untuk diluruskan terlebih dahulu pada bagian yang patah lalu ditopang dengan dua batang kayu atau benda apapun yang lurus dan  keras. “Hal ini untuk meredam rasa sakit yang dirasakan korban serta menghindari beban otot yang berada di area tulang yang patah,” jelas Cakra.
Kepala SMKN 6 Malang, Drs. Eko Pudjimartono merasa sangat senang dengan materi yang diberikan oleh tim SAR yang sengaja diundang pihaknya. Menurut dia tidak hanya berguna kepada siswa yang mengikuti pecinta alam saja. Namun juga berguna untuk setiap siswa serta masyarakat dalam menghadapi keadaan sulit mengingat tingginya angka kecelakaan di kota Malang yang biasanya mengakibatkan patah tulang dan pendarahan. (mg1/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...