MAN 1 Malang Jawara Parade Muharram



MALANG – Menjadi juara tahun lalu, MAN 1 Malang kembali menunjukkan eksistensinya kemarin. Di Parade Muharram 1439 H, sekolah ini menurunkan 950 siswa dan guru sekaligus. Tidak sekadar berjalan sambil membawa papan bertuliskan tentang tahun baru Islam, tapi  sekolah ini juga menampilkan beragam budaya Islam.
Tidak terkecuali tokoh-tokoh penyebar agama Islam juga ditampilkan pada parade tersebut. Termasuk wali songo yang kemarin diperankan oleh para guru. Konvoi MAN 1 Malang sendiri diawali dengan miniatur Masjidil Harram, selanjutnya disusul dengan pasukan berkuda.
Mereka all out. Tak ketinggalan, mereka juga memboyong miniatur Masjid Cheng Ho. Dengan bentuk yang sangat mirip aslinya, miniatur ini dibawa menggunakan mobil. Pasukan Cheng Ho yang beberapa naik kuda pun melakukan perform di depan Wali Kota Malang H Moch Anton beserta tamu undangan lain.
Tidak itu saja, salah satu perwakilan dari barisan ini kemudian mendekati panggung, untuk memberikan surban kepada wali kota. Datangnya perwakilan pasukan Cheng Ho dari MAN 1 ini langsung direspon Abah Anton, yang seketika turun panggung. Dia pun gembira saat perwakilan dari MAN 1 mengalungkan surban di lehernya.
Sejarah masuknya Islam di Demak Bintoro, juga diusung sekolah ini. Cerita sejarah ini, ditunjukkan dengan menampilkan beberapa tokoh Islam pada zaman itu.
”Total untuk semua peserta ada 950, terdiri dari siswa dan guru,’’ kata salah satu  guru yang kemarin ikut dalam kegiatan tersebut.
Yang menarik selain sejarah Islam, MAN 1 juga menampilkan sosok Burung Garuda. Tidak sekadar lambang  negara, tapi juga wujud kebhinnekaan. Di mana Indonesia yang memiliki ribuan pulau, terbagi dengan suku-suku dan budaya, tapi selalu menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan.
MAN 1 memang bukan satu-satunya sekolah yang mengerahkan banyak peserta. MIN 1 Malang juga demikian. Sekolah ini mengerahkan siswa yang jumlahnya sangat banyak. Salah satu guru menyebutkan, pada event ini diikuti hampir 1.000 orang, terdiri dari siswa kelas 4, 5 dan 6. Guru dan wali murid juga terlibat, tidak sekadar mendampingi tapi juga ikut baris dengan para peserta.
Sementara itu Ketua Panitia Parade Muharram 1439 Dr H Muhtar H Zawawi mengaku, Parade Muharram tahun ini lebih berwarna dengan jumlah peserta lebih banyak. Bahkan, Muhtar mengklaim peserta parade ini mencapai 60 ribu orang. Jumlah itu dibuktikan dengan total permintaan kupon oleh peserta.
”Tahun ini mencapai 60 ribu,’’ katanya. Selain lebih banyak, peserta juga lebih atraktif. Mereka tidak sekadar berjalan, tapi juga melakukan atraksi.
”Seperti kelompok Aisyiyah Kota Malang, tadi melakukan atraksi yang unik dan menarik.  Termasuk kelompok Muslimat NU juga menampilkan beragam pernak-perniknya. Ini luar biasa,’’ tambahnya.
Sekalipun parade, kegiatan ini juga dinilai. Bahkan, Muhtar mengatakan ada tiga kategori penilaian. Yaitu Kategori Pendidikan, Kategori Ormas serta penampilan terunik.
”Kategori Pendidikan juara pertama adalah MAN 1 Malang, Juara kedua MTsN 2 Kota Malang dan juara ketiga MAN 3 Malang. Untuk kategori Ormas, juara pertama adalah Aisyiyah Kota Malang, Juara Kedua Muslimat NU Kota Malang dan Juara ke tiga adalah IGRA Kota Malang,’’ tambahnya.
Penampilan terunik, dikatakan Muhtar, diraih oleh MIN 1 Malang, dan Lembaga Pendidikan Surya Buana.  ”Dalam parade ini kami juga memberikan hadiah umrah kepada lima orang yang beruntung,’’ urainya.
Muhtar menegaskan, Parade Muharram diharapkan dapat merajut ukhuwah Islamiyah, serta menguatkan umat Islam yang besar agar tidak terpecah. Kegiatan ini juga untuk menguatkan amar ma’ruf nahi munkar.
”Berjuang tak bisa dilakukan dengan perseorangan atau kelompok tertentu. Tapi harus bersama-sama. Melalui kegiatan ini juga, kita tegakkan NKRI,’’ tandasnya.
Sementara Wali Kota Malang H Moch Anton sangat mengapresiasi kegiatan ini. Parade Muharram 1439 H, lanjut orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang ini, sebagai wujud kebesaran agama Islam.
Kegiatan ini kemarin diikuti seluruh TK/RA/TA/BA, MI, MTs, MA Negeri maupun swasta serta pondok pesantren. Turut memeriahkan juga MUI bersama ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Muslimat NU, Fatayat dan Aisyiyah. Para peserta diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang H Moch Anton dari depan Balai Kota Malang.(ira/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :