Pendanaan Penelitian di Lingkungan PTKIN Makin Kompetitif


MALANG - Ditjen Pendidikan Islam mengatur kebijakan baru tentang pengelolaan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Penelitian bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini diungkapkan Kastolan Kepala Bagian Perencanaan pada Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mensosialisasikan kebijakan baru tersebut.
Kastolan menegaskan, di tahun 2018 mendatang, dana untuk penelitian akan dikompetisikan antar PTKIN di seluruh Indonesia. Para dosen dan peneliti harus cerdik memilih judul penelitian yang kompetitif agar bisa dibiayai oleh pemerintah. Pasalnya, pengelolaan dana research tersebut tidak sama dengan tahun sebelumnya.
“Tahun 2017 ini dana penelitian masih diserahkan ke masing Perguruan Tinggi,” terangnya dirilis Humas UIN Maliki.
Sementara itu, tambah dia, di tahun 2018, dana penelitian tersebut dikelola oleh pemerintah pusat. Hal ini, tentunya akan menguntungkan bagi perguruan tinggi yang mampu kompetitif.
“Bagi perguruan tinggi yang produktif mengirimkan judul penelitian terbanyak dan semuanya diterima, sudah pasti akan mendapat dana penelitian yang sesuai dengan judul yang diajukan,” paparnya.
Aturan baru tersebut, tambah alumni S-2 IPB, berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan oleh Ditjen Pendis. Dari alokasi dana penelitian yang nilainya miliaran tersebut dinilai belum memiliki hasil penelitian yang monumental. Semua hanya bersifat laporan dan tidak ada dampak apapun dari hasil penelitian tersebut, sehingga, pemerintah pusat membuat kebijakan baru tersebut agar penelitian yang diajukan betul-betul disaring agar memiliki hasil yang kompetitif. “Sekarang penelitian yang diajukan akan betul-betul disaring dengan ketat agar hasil penelitiannya bisa memberikan dampak secara luas,” paparnya tegas. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :