Ingin Ikut Ekskul Seni Islami, Siswa Wajib Ikuti Tes Baca Alquran


EKSTRAKURIKULER Seni Islami di SMPN 6 Malang menjadi salah satu ekskul yang diminati siswa. Ada beberapa program yang dikembangkan, seperti qiroah, tahfidz, kaligrafi, albanjari dan samroh. Hanya saja, untuk bisa mengikuti seni tersebut, siswa harus melalui ujian tingkat dalam bidang seni baca Alquran. Hasil ujian inilah yang akan menentukan bidang seni mana yang bisa dipilih oleh siswa.
Mampu membaca Alquran dan lulus dua jilid metode Ummi adalah syarat yang diberlakukan SMPN 6 dalam ekskul ini. Sehingga setiap anggota ekskul akan mengikuti bidang yang berbeda.
“Siswa harus lolos dua level untuk bisa ke tahap berikutnya. Setelah itu, mereka bebas memilih keahlian apa yang akan mereka tekuni selanjutnya,” ungkap Pembina ekskul Seni Islami, Dra, Burkha, MA.
Burkha menuturkan, di awal mengikuti ekskul, siswa wajib mengikuti seni baca Alquran. Pada tahap ini, siswa akan dinilai dengan ujian level. Hasil penilaian inilah yang akan menentukan bidang mana yang akan diikuti siswa, apakah Qiroah, Tahfidz, Kaligrafi, Al Banjari dan Sampro.
Sebab, siswa tidak hanya sekadar mengikuti ekskul saja. Tapi mereka juga dituntut untuk lolos ke level, agar bisa lolos untuk mengikuti level berikutnya. Ketika mereka lolos ke level berikutnya, mereka diperbolehkan untuk memilih sesuai keahlian mereka masing-masing.
Ia menjelaskan, siswa yang berhak memilih seni Qiroah, adalah mereka yang mempunyai nilai bagus dalam bidang membaca Alquran. Bagi siswa yang mempunyai keahlian membaca dengan nada, siswa boleh memilih bidang keahlian Qiroah. Untuk Qiroah,  lanjut dia, materi yang dinilai adalah dari keindahan suara, nada dan irama dari cara mereka membaca Alquran.
“Qiroah adalah masdar dari Qoroah yg berarti mengumpulkan( Al Jam’u), artinya mengumpulkan huruf-huruf dalam sebuah untaian kata dan kalimat,” terangnya.
Dari hasil penilaian tersebut, akhirnya saat ini terpilih sekitar 20 siswa mengikuti keahlian ini. Khusus bidang ini, siswa tidak hanya membaca dan juga melafalkan nada dan irama, namun juga harus bisa berusaha memahami, mempelajari, dan menghafalkannya. Maksudnya lanjut dia, ketika seseorang itu Qiroaah, maka lebih kepada aspek intlektual, pemikiran, dan menelaah.
Sementara untuk siswa yang mempunyai nilai hafalan baik, mereka bisa mengikuti keahlian Tahfidz Alquran. Keahlian Tahfidz ini diperuntukkan bagi mereka yang senang menghafal Alquran.
“Bagi siswa yang senang dengan hafalan Alquran, siswa bisa mengikuti ekskul ini. sama seperti Qiroah, mereka tetap dinilai juga,” terangnya.
Dari hasil seleksi untuk Tahfidz, sekitar 30 siswa dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti program hafalan Alquran ini.
Lebih jauh Burkha menjelaskan, ketika siswa di level awal, utuk ekskul membaca Alquran, siswa juga diajarkan cara menulis huruf Alquran. Jika mereka mempunyai keahlian menulis, selanjutnya bisa meneruskan bakat untuk mengikuti keahlian kaligrafi.Siswa yang memilih ekskul ini memang tidak sebanyak qiroah, ada sekitar 20 siswa.
Sementara bagi siswa yang mempunyai keahlian dan minat terhadap seni musik, mereka bisa memilih Albanjari untuk pria, dan Samroh untuk perempuan. Khusus seleksi program ini, mereka juga dibebaskan untuk bermain musik.
“Mungkin keahlian ini agak melenceng dengan membaca Alquran yang dilevel awal, namun kami memberikan pilihan eksul ini karena kami lihat banyak siswa kami yang berminat di sini,” terangnya.
Ekskul Seni Islami SMPN 6 ini memiliki jadwal kegiatan latihan rutin setiap Kamis sepulang sekolah.
Keseluruhan ekstrakurikuler ini, dilaksanakan setiap hari Kamis sepulang sekolah. Menurut Burkha, seleksi level menuju program keahlian pilihan, dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih selama tiga bulan. (sinta/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :