Inovasi Kurikulum, UM Ubah Mindset Guru

MALANG – Beragam inovasi  di bidang pembelajaran dilakukan untuk membawa perubahan, khususnya pada abad 21. Inovasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari kurikulum, bahan ajar, hingga evaluasi pembelajaran untuk membekali peserta didik dengan kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan mampu memecahkan masalah.
“Untuk itu, yang perlu dilakukan sekarang adalah merubah dan mengolah mindset guru. Biasanya guru usia lanjut dan berpengalaman agak sedikit susah untuk mencoba inovasi belajar yang baru. Sehingga, yang muda harus merangkul,” ujar ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UM,  Prof. Dr. Suyono. M.Pd.
Sebagai tindak lanjut dari konferensi Internasional yang digelar oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM beberapa waktu yang lalu, kini sedang dikerjakan pembenahan dan pengembangan kurikulum dalam artian seluas-luasnya. Pekerjaan ini, lanjutnya, merupakan hal besar dan membutuhkan dana hingga belasan milyar.
“Membenahi dalam arti, mengajak belajar berbasis kehidupan dengan kurikulum transdisipliner. Ini menjadi kata kunci yang akan kami realisasikan di 57 program studi di UM ini,” sambungnya.
Dalam kurikulum ini, siswa akan diajak agar memiliki kapabilitas. Sekolah bukan hanya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, namun juga harus siap dalam memasuki kehidupan dengan segala macam kompleksivitasnya.
“Orang yang capable adalah mereka yang mampu memasuki fase kehidupan dengan sukses. Setiap tantangan baru harus dapat diatasi. Kemampuan untuk menstransformasikan apa yang telah diperoleh untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan secara spontan, mendadak, dan penuh gejolak, harus dibentuk di situ,” ujarnya.
Salah satu inovasi untuk menyiapkan siswa, yakni melalui pendidikan karakter di sekolah. Untuk itu, dari hasil pengembangan inilah UM akan menggandeng para guru agar temuan yang sudah ada dapat diimplementasikan tidak hanya menjadi isi rak buku. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :