Minim Sosialisasi, 2400 Siswa Belum Cairkan Dana PIP


MALANG – Sebanyak 2400 siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) belum melakukan pencairan dana. Hal ini menurut Erick Yanuar, Kasie Program dan Evaluasi disebabkan kurangnya peran kepala sekolah dalam menyosialisasikan penggunaan PIP.
“Kepala sekolah juga harus menyampaikan kepada orang tua jika mereka menyalahgunakan PIP, mereka akan dipidanakan. Ini bukan menakut-nakuti, tapi ini kenyataannya,” terang Erick.
Ia mengatakan, tugas kepala sekolah untuk percepatan pencairan PIP ada dua hal, pertama mereka harus menyosialisasikan pencairan segera dana PIP. Kedua, mereka harus bisa memberikan pemahaman tentang fungsi dan kegunaan PIP agar tidak disalahgunakan.
Agar pencairan ini bisa segera dilakukan, Dinas Pendidikan Kota Malang (Disdik) untuk kali pertama mengadakan sosialisasi percepatan pencairan dana PIP kepada kepala sekolah SD yang menerima PIP, kemarin (16/10).
Erick menerangkan, jika sistemnya dahulu, harus orang tua atau siswa yang mencairkan dana, saat ini, sistem pencairan sudah dipermudah. Kepala sekolah selaku manager bisa membantu kelancaran pencairan.
“Sekarang kami sudah bisa memberikan kemudahan akses kepada sekolah untuk turut membantu pencairan segera. Kepala sekolah bisa melakukan secara kolektif melalui surat pengantar,tidak perlu satu per satu harus dilakukan siswa atau orang tua,” kata dia.
Yang tidak kalah penting lanjutnya, kepala sekolah bisa memberikan  menyosialisasikan kepada orang tua tentang fungsi PIP.
Erick mengatakan, fungsi PIP yang sebenarnya, adalah untuk biaya operasional sekolah. Ia menyebutkan, terkadang masih ada orang tua yang menggunakan PIP sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jangan sampai itu terjadi juga di Kota Malang. walaupun, itu masih sering didapati,” katanya.
Diknas berperan sebagai media pemanfaatan Dopodik dalam Program Indonesia Pintar. Jika 2400 PIP tidak segera dicairkan sesegera mungkin, citra Diknas Kota Malang sebagai Kota Pendidikan akan dipertaruhkan.
Erick membeberkan, cara  percepatan aktivasi ada di kepala sekolah. Orang tua dan siswa tidak harus datang ke Diknas untuk pencairan, tapi kasek harus membawa surat pernyataan  pencairan bisa dimana mana. Kemudian, kepala sekolah  tinggal melakukan aktivasi.
Pada Bulan Mei, Presiden RI Jokowi membagikan 1500 PIP kepada seluruh siswa di Kota Malang, mulai SD hingga SMA/SMK. Ia juga berpesan, agar dana PIP tidak disalahgunakan oleh orang tua, dan segera dicairkan dalam waktu 1 tahun. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :