Program Konservasi DAS Brantas Diapresiasi Kemenristek Dikti


MALANG - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan penelitian konservasi DAS Brantas di Kota Batu yang didanai Kemenristek Dikti. Program penelitian yang menguak kondisi DAS Brantas dan efek buruknya bagi pengelolaan pertanian di Batu ini digagas oleh tiga orang dosen UMM. Mereka adalah Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Drs. Jainuri, M.Si., dan Hevi Kurnia Hardini.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMM Malang Dr Tri Sulistyaningsih M.Si menjelaskan, penelitian tersebut  berangkat dari visi mewujudkan Kota Batu sebagai pusat pariwisata agro bertaraf internasional. Kegiatan ini didukung oleh dosen-dosen UMM bekerja sama juga dengan Pemkot Batu.
“Penelitian ini berjalan sejak 2015 lalu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi DAS Brantas adalah buruknya tata kelola lahan pertanian di Kota Batu,” papar Tri.
Dipaparkannya, tata kelola lahan pertanian di Kota Batu cenderung tidak mempedulikan lingkungan alam yang berkelanjutan. Para petani, lanjutnya, merambah lahan hutan untuk digunakan sebagai lahan pertanian dimana mereka menanam sayur-sayuran yang merusak kondisi tanah sehingga berdampak pada kondisi DAS Brantas.
Menurutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi warning bagi stakeholders di Kota Batu untuk berupaya melakukan konservasi lahan pertanian dalam rangka mendukung wisata agro sebagai mana visi Pemerintah Kota Batu “Kota Batu Sentra Pertanian Organik Berbasis Kepariwasataan Internasional”.
“Alhamdulillah, proposal program konservasi lahan pertanian di Kota Batu diterima oleh Kementerian Ristek Dikti dalam skim Iptek Bagi Wilayah tahun anggaran 2016 dan 2017 ini,” tutur Tri.
Selain itu, program tersebut juga direspon positif oleh Pemerintah Kota Batu dan Yayasan Pusaka sebuah LSM yang konsen pada konservasi DAS Brantas di Kota Batu. Menurut mereka, visi tersebut dapat diwujudkan melalui collaborative action antar stakeholders.  
Di 2016 lalu, tambahnya, Tim Pengabdian Masyarakat UMM melaksanakan program tersebut salah satunya dengan cara observasi dan diskusi dengan kelompok-kelompok tani di Batu. Selain itu, tim ini juga turut membangun sebuah tandon untuk melindungi salah satu area mata air DAS Brantas.
“Kita juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada petani bunga krisan, petani jambu dan petani jeruk. Saat melakukan kegiatan kita juga kerja sama dengan Pemkot pemerintah Desa Punten dan Sumber Brantas yang juga menyampaikan materi sosialisasi tentang pentingnya bertani yang  tetap menjaga lingkungan,” tandasnya.  
Selain kegiatan sosialisasi, Tim Pengabdian juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Konservasi Wisata Agro di Desa Brantas Kecamatan Bumiaji pada 23 September 2017 lalu. Dengan mengajak Sekretaris Kecamatan Bumiaji, Kepala Bidang Informasi danTeknologi Kota Batu, Ketua Yayasan Pusaka, KPPP DAS Brantas, Kelompok Tani Melati Makmur Sejati, Kelompok Tani Lancar Jaya,  Perwakilan Tokoh Masyarakat Bumiaji, dan Tim Pengabdian UMM.
Salah satu anggota tim, Hevi Kurnia Hardini juga mengatakan bahwa salah satu bentuk komitmen lainnya adalah mendesain sebuah website resmi sebagai sarana untuk pendidikan konservasi wisata agro bagi masyarakat dan sebagai sarana promosi hasil pertain anorganik.
“Kami berkomitmen untuk tetap mengawal program ini hingga tuntas”, tutur Hevi Kurnia Hardini, anggota Tim Pengabdian UMM.
Sementara itu Ketua Yayasan Pusaka Bambang Parianom menjelaskan, apa yang dilakukan Tim Pengabdian UMM dapat membantu masyarakat Kota Batu khususnya kelompok tani untuk melakukan konservasi wisata agro secara tuntas sehingga program pengabdian tersebut berdampak positif terhadap kondisi DAS Brantas dan tata kelola lahan pertanian dalam rangka mendukung program wisata agro di Kota Batu. (ica/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :