Rapor Ganda Catat Kepribadian Siswa


MALANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam waktu dekat ini akan segera menerapkan uji coba rapor ganda pada sejumlah daerah yang dinilai dinamis mengikuti perkembangan dunia pendidikan. Kota Malang termasuk daerah yang akan dijadikan sebagai piloting uji coba. Pada tahap awal membidik siswa SD dan tahun ini mulai direalisasikan. Selanjutnya untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.
SDN Klojen sudah siap dengan pemberlakuan rapor ganda ini. Kepala SDN Klojen, Drs. Ma’Arif, MM menyatakan kesiapannya. Ia mengaku siap, asalkan draft dan segalanya sudah dipersiapkan oleh pusat atau pihak Dinas Pendidikan Kota Malang..
“Asalkan semuanya sudah dipersiapkan, dari draft, konsep, sebab kalau sekolah yang menyiapkan mungkin kami belum siap. Sejak PPK diberlakukan guru sudah sangat banyak kesibukan. Jadi tidak mungkin jika menambah beban kerja guru lagi,” terangnya.
Menurutnya, kebijakan ini bagus untuk diberlakukan. Sebab, bentuk rapor yang nantinya akan disederhanakan, akan ada bentuk baru untuk mengisi beberapa item penting, seperti rekam perkembangan dan kepribadian siswa.
"Menurut saya, kelebihan rapor ganda ini lebih banyak mengarah dan menyentuh masalah budi pekerti, capaian ekstrakurikuler dan lainnya,” terangnya.
Samsul menambahkan, positifnya rapor ganda adalah, adanya rapor akademik dan rapor kepribadian yang bisa mencatat semua kegiatan siswa secara rinci. Ia mencontohkan,  anak yang tidak pernah ke gereja dengan anak yang sering ke gereja, tentu beda. Demikian juga dengan siswa yang rajin dalam kegiatan lainnya dengan siswa yang 'diam'.
Sama halnya seperti SDN Klojen, SDN Kauman 1 juga sudah siap memperlakukan rapor ganda. Kepala SDN Kauman 1, Anita Roemaria, M.Pd mengaku sudah siap jika diminta untuk menyosialisasikan rapor ganda ini ke orang tua. “Tinggal menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan, kami sosialisasikan dan kemudian laksanakan,” kata Anita.
Ia mengaku memang belum ada instruksi apa-apa dari Diknas, sehingga membuatnya enggan berkomentar. Yang pasti, Ia akan mendukung dan menjalankan sepenuhnya instruksi dari Diknas, tanpa ada rasa memberatkan siapapun.
“Saya yakin tentu kebijakan ini sudah ada banyak pertimbangan. Maka dari itu, kami nanti akan melaksanakan kebijakan ini dengan sepenuhnya,” bebernya.
Ia mengemukakan, rapor ganda ini bisa menjadi portofolio siswa sekaligus untuk menjembatani komunikasi antara sekolah dengan siswa. Sebab, banyak sekolah yang tidak tahu kegiatan siswanya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :