Siswa SDK Cor Jesu Belajar dan Wisata ke P-WEC

 
MALANG - Sebanyak 76 siswa kelas V SDK Cor Jesu, Kamis (19/10) kemarin, berkunjung ke Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC). Kunjungan tersebut dalam rangka realisasi program Study Outing Class yang menjadi agenda tahunan SDK Cor Jesu. Di sana, para siswa dapat belajar lebih banyak tentang lingkungan khususnya yang berkaitan dengan flora dan fauna. Program ini dinilai penting sebagai bentuk pendalaman materi pelajaran  yang diterima siswa di dalam kelas. 
Pukul 09.00 WIB, para siswa sudah berada di lokasi P-WEC. Sebelum melakukan praktik dan peninjauan terhadap objek pelajaran, mereka dibrifing terlebih dahulu oleh para fasilitator dari pihak P-WEC. Kegiatan studi dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama para siswa dibuat dua kelompok dan sesi kedua menjadi tiga kelompok. Hal ini untuk mempermudah proses pembinaan agar lebih efektif. Guru Kelas V SDK Cor Jesu, Theresia Darini, S.Pd mengatakan tempat kunjungan disesuaikan dengan tema dan objek materi yang sedang dipelajari.  
“Kebetulan tema kita kali ini tentang lingkungan. Jadi kami anggap P-Wec menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi anak-anak,”  katanya. 
Pertama, siswa dibimbing untuk belajar membuat pupuk kompos dari sampah anorganik. Dalam kegiatan ini, para siswa tampak sangat antusias. Meskipun harus berjibaku dengan sampah dan kotoran hewan, namun mereka tampak semangat dalam membuat kompos. Setelah membuat kompos, kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan pohon.   
Di waktu yang sama, kelompok dua juga melakukan pengamatan terhadap hewan serangga. Sekaligus mempelajari ciri dan karakteristis serangga dalam mempertahankan hidupnya. Pada sesi ini siswa diajarkan bagaimana serangga berperilaku, seperti berkamuflase. 
“Siswa dapat meninjau dan menyaksikan langsung objek yang dipelajari. Sehingga bisa lebih memahami dan tertanam kuat dalam ingatan mereka,” ujar Theresia.
Materi lain yang diajarkan adalah tentang polusi sungai, jaringan makanan dan diujung kegiatan siswa bermain flying fox. Ia menambahkan, outing class tidak hanya sekadar belajar dan berwisata.
Di tahap akhir, siswa juga diminta untuk membuat laporan berupa karya tulis tentang apa yang telah mereka lakukan selama kegiatan. Termasuk menuliskan kesan mereka terhadap kegiatan tersebut. 
"Karya terbaik dari setiap kelas akan kami apresiasi dengan sebuah reward dari guru," imbuhnya.
Kepala SDK Cor Jesu, Maria Fransiska Nanik Hariani S.Pd, M.Pd mengatakan, studi outing class yang menjadi program rutin sekolah selama ini memberikan hasil yang positif. Baik secara akademik maupun penanaman nilai karakter, termuat dalam program tersebut. 
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendalami pengetahuan mereka berupa interaksi langsung dengan lingkungan," katanya.
Menurut Nanik, sapaan akrabnya, selain ilmu pengetahuan para siswa bisa mendapat pengalaman jika proses pendidikan dan pengajaran dialami langsung dari pada sekedar teori. 
"Terutama di bidang eksak, mereka bisa meneliti langsung objek yang dipelajari," imbuhnya.
Disisi lain, program outing class tentu membutuhkan pembiayaan. Kendati demikian, SDK Cor Jesu selama ini tidak mengalami kendala. Hal ini dikarenakan peran serta orangtua siswa yang begitu besar dalam mendukung setiap program sekolah, salah satunya outing class. 
"Itu yang kami rasakan selama ini, terimakasih kepada orangtua yang selalu antusias ikut serta mensukseskan program sekolah," ucap Nanik.
Kepada Malang Post, Justina Paulina selaku orangtua siswa mengungkapkan, study outing class merupakan program yang patut dikembangkan. Menurutnya program ini memberikan banyak manfaat kepada anak lebih dari sekedar pengetahuan.
"Manfaatnya banyak sekali, anak-anak bisa menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman dari kegiatan ini," ucap wali dari Denalin siswi kelas V ini.  
Sebagai wali murid, ia akan terus memberikan dukungan pada setiap program sekolah.
"Selama untuk kebaikan anak-anak akan terus kami dukung. Kami berharap SDK Cor Jesu terus maju dengan mengembangkan program-program yang unggul dan kreatif," tukasnya. 
Selain kelas V, kelas lain juga melakukan program yang sama di waktu yang berbeda. Yaitu kelas I dan IV ke Dusun Sahabat Alam Karang Ploso, kelas II ke Petungsewu sama dengan kelas V, kelas III ke Kampung Kids Kota Batu, dan kelas VI ke Petik Alam dan Pabrik Sari Roti Pasuruan. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :