Kunjungi SMAN 6 Malang, SMAN 2 Skanto Papua Diajak Sobo Deso


MALANG - SMAN 6 Malang kedatangan tamu SMAN 2 Skanto, Papua. Siswa-siswi dan guru dari sekolah ini menjalankan program benchmarking untuk memelajari aktivitas serta program di SMAN 6, yang nantinya akan mereka bawa ke daerah asal. Program ini berjalan sejak Senin (20/10) hingga Sabtu (25/10).
Istimewanya, tak hanya akan mengikuti kegiatan di sekolah, rombongan juga akan mengikuti kegiatan Smariheksa Sobo Deso yang akan digelar di Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Sobo Deso adalah agenda rutin SMAN 6.
“Rombongan dari Papua akan berada di Malang sampai tanggal 25 Oktober, dan mereka juga akan bergabung dengan kegiatan Smariheksa Sobo Deso di Desa Jarjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan,” ungkap Kepala SMAN 6 Drs. Haryanto, M.Pd.
Jejaring antara SMAN 6 Malang dan SMAN 2 Skanto ini berawal dari program pertukaran kepala sekolah. Program tersebut dilakukan dua kali. Selama sepuluh hari, Kepala SMAN 6 menjabat kepala SMAN 2 Skanto, begitu sebaliknya.Melalui program itu, jalinan hubungan baik terbentuk. Akhirnya untuk kali pertama, dilaksanakan program benchmarking.
Program yang dilakukan selama satu minggu ini dibuka dengan upacara seremoni, Kamis, (19/10). Pada upacara tersebut, siswa disambut spesial dengan penyematan syal berwarna biru bertuliskan Smariheksa oleh Kepala SMAN 6.
Rombongan dari SMAN 2 Skanto yang didampingi dengan Kasubag Perbantuan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerong, Felix Rhimpadu juga disambut dengan nyanyian daerah Papua, yakni Sajojo. Nyanyian Sajojo ini dibawakan dengan merdu oleh tim paduan suara Smariheksa. Kepala SMAN 2 Skanto, Mesak Mantek, mengungkapkan kesan pertamanya ketika menginjakkan kaki di SMAN 6.
"Saya tidak menyangka, sambutan yang diberikan pihak sekolah sangat memikat hati. kami sungguh dihargai. Saya pun merinding, ketika lagu daerah kami dibawakan dengan sangat merdu, dengan tim paduan suara,” kata Mesak.
Ia juga mempunyai keinginan untuk menerapkan wawasan yang dia dapatkan di SMAN 6. Sejak kali pertama ia menginjakkan kaki di sekolah ini, yang ingin ia turut terapkan adalah rasa kebersamaan dan solidaritas antar warga sekolah.
"Mulai petugas keamanan, hingga kepala sekolah semua kompak menyambut kami dengan penuh keramahan. Ini menurut saya adalah adanya kesolidan serta kekompakan antar warganya, acara seremonial berjalan sukses," kata dia.
Selain kepala sekolah, salah satu siswa Githa widyastuti, siswa kelas X IPA 2 SMAN 2 Skanto juga memberikan kesan pertamanya. Menurutnya, SMAN 6 adalah sekolah yang menerapkan kedisiplinan tinggi. Mulai paskibra, hingga tim paduan suara berbaris rapi. Tanpa ada komando semuanya sudah menempati posisi tugasnya masing-masing.
"Menurut saya, dibalik kerapian barisan dan formasi itu, mereka mempunyai kedisiplinan. Tapi ternyata benar, setelah saya ngobrol dengan siswa anggota paskibra dan paduan suara, mereka mengaku jika setiap latihan memang menerapkan kedisiplinan. Mereka dituntut harus tepat waktu," kata Githa.
Sementara itu, Kasubag Perbantuan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerong, Felix Rhimpadu mengatakan, manajemen sekolah di SMAN 6 juga akan ia terapkan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kerong. Setelah diamati, ia menangkap sebuah kesan yang menurutnya patut diterapkan, yakni terus berbenah. Ia mengatakan, hasil dialognya dengan kepala sekolah membuatnya terinspirasi untuk membangun sekolah di Kabupaten Kerong agar terus berbenah, seperti yang telah dilakukan SMAN 6.
"Maklum saja, sekolah-sekolah di Kabupaten kami ini kan masih tergolong belum maju. Jadi untuk terus memajukan dunia pendidikan di sana, kami perlu terus berbenah. Sistem manajerial yang diterapkan di sini pun juga patut untuk untuk saya acungi jempol," kata Felix. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :