magista scarpe da calcio STMIK dan STIE Asia Merger!


STMIK dan STIE Asia Merger!


MALANG – Ancaman pemangkasan ribuan kampus oleh Kemenristek Dikti sudah disikapi sejumlah yayasan, yang memiliki lebih dari satu PTS di Malang, Sabtu (21/10) kemarin. STMIK ASIA dan STIE ASIA, dua kampus berbentuk sekolah tinggi (ST) bakal merger, agar naik kasta menjadi institut. Sebaliknya, kampus lain seperti Politeknik (Poltek) Unisma tidak memilih opsi merger, Yayasan Unisma mengarahkan agar menambah program studi saja.
Ya, sejumlah yayasan pemilik kampus di Malang sudah dipanggil Kemenristek Dikti di Surabaya pada Kamis (19/10). Ada tiga yayasan perguruan tinggi di Malang yang diundang, termasuk wilayah Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII dan VIII Wilayah Jawa Timur. Pertemuan ini membahas tentang target Kemenristek yang akan menyederhanakan seribu perguruan tinggi, yang dilakukan melalui upaya merger.
Tiga yayasan perguruan tinggi di Malang yang diundang yakni, Yayasan Unisma yang menaungi perguruan tinggi Unisma dan Poltek Unisma, Yayasan Wahana Edukasi, menaungi STMIK ASIA dan STIE ASIA dan Yayasan Putra Indonesia Malang (PIM) menaungi Akademi Farmasi (Akfar) dan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma).
Terkait dengan target Kemenristekdikti tersebut, Poltek Unisma saat ini masih tetap berjuang dengan dua program studi. Namun, untuk wacana penambahan prodi baru, sudah diancangkan dan dirapatkan.
Sekretaris Yayasan, Drs. Mustangin, M.Pd mengatakan, pihak yayasan dalam waktu dekat masih belum terlalu reaktif menanggapi wacana dari Kemenristek Dikti. Namun menurut Mustangin, bagi yayasan, menambah prodi baru itu adalah hal yang sudah harus dilakukan. Untuk perkembangan perguruan tinggi yang dikelola.
“Bagi yayasan menambah prodi baru itu hal biasa. Kami juga tidak terpuruk dengan keadaan seperti ini. Jadi kami tidak menaggapinya terlalu serius. Karena kami juga melihat seberapa serius pemerintah menjalankan kebijakan ini” kata Mustangin.
Yang pasti, kata Mustangin, untuk saat ini, Poltek dan Unisma masih tetap jalan satu yayasan. Ia juga menegaskan, walaupun masih terlalu jauh dalam menanggapi respons pemerintah, yayasan tidak akan menyerah dengan keadaan seperti ini.
Sementara itu, Direktur Poltek Unisma, Shafiq Nurdin ST, MT mengatakan, Poltek Unisma juga sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk menambah prodi baru. Sedangkan untuk jenis prodi yang akan ditambahkan, masih belum ditentukan. Untuk membuka prodi yang sudah dirapatkan, ia menargetkan tidak sampai tiga tahun.
 “Untuk prodi baru apa, masih dirundingkan dan perlu melihat potensi masyarakat. Karena pengalaman, kami buka empat prodi. Dan dua prodi ternyata bukan pilihan masyarakat, jadi kami terpaksa menutupnya. Prodi yang ditutup adalah, teknik sipil dan teknik keramik,” urai dia.
Terpisah, Rektor STIE dan STMIK ASIA, Ir Teguh Widodo, MM justru menanggapi kebijakan pemerintah dengan senang hati. Menurutnya, kebijakan pemerintah ini pro dengan tujuan yang akan dilakukan oleh Yayasan Wahana Edukasi yang menaungi STIE dan STMIK ASIA.
Ia membeberkan, dua kampusnya itu akan dijadikan satu, untuk menjadi institut. Menurutnya peraturan pemerintah yang sedang dijalani malah menguntungkan pihaknya. Ia berharap, nantinya, urusan penyatuan dua sekolah tinggi bisa cepat.
“Kami memang berencana untuk menjadi institut sesegera mungkin. Dengan menjadi institut nanti pengelolaan, manajemen dan mutu semoga bisa menjadi lebih baik,” tegasnya.
Teguh memaparkan, nantinya jika berubah institut, akan menjadi institut dalam bidang Informatika, Desain dan Ekonomi.
Lalu bagaimana dengan Yayasan Putra Indonesia Malang (PIM)? Yayasan yang menaungi menaungi Akademi Farmasi (Akfar) dan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) ini, belum jelas akan memilih opsi mana.
 (sin/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang