Pelajar Ciptakan Robot Pengusir Lalat


MALANG - Program Studi Sistem Komputer STMIK Asia Malang menggelar lomba robotika yang diikuti kurang lebih 66 tim dari SMP, SMA dan SMK se-Jawa Timur, kemarin (22/10). Dalam lomba yang telah terselenggara sebanyak enam kali ini, memuat tiga kategori diantaranya analog, mikrokontroler, dan teknologi tepat guna.
Pembina Prodi Sistem Komputer, Sunu Jatmika, S.Kom., M. Kom mengatakan, dalam kategori teknologi tepat guna, peserta harus dapat membuat suatu sistem teknologi yang diperuntukkan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dengan biaya pembuatan maksimal Rp 250 ribu, dan tidak boleh menggunakan lego.
“Dalam kategori ini, peserta harus membuat suatu alat yang bermanfaat bagi UKM dan memiliki dampak terhadap lingkungan. Karena diperuntukkan bagi UKM, maka harganya juga dibatasi,” ujarnya.
Dalam kategori analog, penilaian robot didasarkan pada kecepatanya dalam melintasi track. Begitu pula dengan kategori mikrokontroler. Hanya saja, track yang digunakan dalam kategori mikrokontroler ini terdapat tanjakan juga jurang yang harus dilalui peserta.
Tim dari Tazkia Internasional School, Ipangga Hulian dan Adhyan Agung Elang membuat suatu alat untuk mengusir lalat bagi UKM peternakan ayam. Selain untuk memerangkap lalat melalui umpan berupa aroma ikan asin, alat ini juga dapat mengukur tingkat higinitas dari kandang ayam melalui lalat yang berhasil tertangkap.
“Setelah lalat tertangkap dan mati, maka akan jatuh ke alat penimbang berat. Dari berat total yang terkumpul itulah dapat untuk mengecek kebersihan kandang. Juga kalau banyak lalat yang masuk tapi tak kunjung mati, alat bisa menyalurkan energi listrik untuk menyetrum lalat, seperti halnya raket nyamuk,” ujar Rizka Asyriati, guru pembimbing.
Dua siswa SMPN 1 Jetis, Ponorogo, yakni Ahmad Muzaki dan Rizky Bagus memilih untuk membuat suatu alat pengupas bawang putih. Keduanya terinspirasi dari pengupasan bawang putih pada UKM Kerupuk Bawang. Bila sebelumnya bawang putih dikupas menggunakan tampah, maka dengan alat besutan mereka, bawang hanya tinggal dimasukkan pada suatu alat yang berbentuk seperti alat pemarut kelapa listrik. Dalam waktu singkat, bawang-bawang tersebut akan keluar dalam keadaan telah terkelupas kulitnya.
“Kalau pakai alat ini, bisa mengupas bawang sampai 500 gram secara kontinyu. Prinsipnya hanya memutar bawang dalam kecepatan tinggi, dan kulitnya akan terkelupas. Alatnya sudah kami demontrasikan kepada UKM Kerupuk Bawang dan mereka terkesan, responnya bagus,” ujar Rizky.   (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :