magista scarpe da calcio Rekor Unisma Persembahan untuk NU


Rekor Unisma Persembahan untuk NU


MALANG – Pemecahan rekor MURI mewarnai peringatan hari Santri Nasional di Unisma. Rekor tersebut pecah melalui pembentangan bendera Nahdhatul Ulama sebesar 45 x 30 meter di atas gedung Unisma. Ini menjadi kali keempat bagi Unisma mencatatkan diri dalam buku MURI dan menjadi rekor ke 8.165 dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia itu. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Unisma dengan Isanmu.
Senior Manager MURI, Yusuf Nadri mengatakan, rekor ini masuk dalam kategori pengibaran bendera organisasi masyarakat terbesar. Sebelumnya, rekor dipegang oleh bendera Tagana di Balikpapan dengan ukuran 25 x 35 meter.
“Yang menjadi kriteria untuk masuk ke dalam MURI yakni segala sesuatu yang pertama, yang unik, dan sesuatu yang paling. Paling besar, paling kecil dan sebagainya. Ini memungkinkan untuk dipecahkan oleh siapa saja,” ujarnya.
Menurutnya, animo masyarakat perguruan tinggi untuk ikut serta dalam pemecahan rekor sangat tinggi. Ini dikarenakan perguruan tinggi sebagai agen perubahan, dan harus dapat melakukan inovasi baru dan dapat menginspirasi segenap perguruan tinggi yang lain.
Rekor MURI yang pertama bagi Unisma adalah, saat peringatan hari santri 2015 lalu dimana seluruh civitas akademi Unisma mengenakan sarung, baju koko dan kopyah sejak dilakukan apel di pagi hari, hingga malam hari saat pelaksanaan perkualiahan. “Saat itu baru pertama kali launching hari santri, dan kami menggunakan pakaian ala santri seperti di pesantren,” ujar Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si
Rekor kedua dipecahkan melalui Yaumul Quran melibatkan 12 ribu mahasiswa baru Unisma yang dilakukan di halaman kampus. Selanjutnya, penandatangan deklarasi NKRI oleh 12 ribu mahasiswa baru. Dengan diraihnya empat rekor tersebut, akan terus mendorong Unisma dalam pemecahan-pemecahan rekor baru.
“Kreasi-kreasi seperti ini akan terus kita bangun, meskipun masih belum bisa mengatakan akan membuat rekor seperti apa lagi, namun insya Allah kami akan terus mengukir rekor lagi. Pemecahan ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami dan persembahan Unisma bagi NU,” ujarnya.
Peringatan hari santri, lanjutnya, menjadi suatu pertanda bahwa pemerintah menghargai jasa para kiai dan santri dalam rangka mempertahankan NKRI dengan sifat juang dan semnagat yang tinggi. “Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi masyarakat terutama kiai dan santri untuk melaksanakan apel pagi dan peringatan sebagai bentuk kehormatan,” sambungnya.
Apel pagi peringatan hari santri diikuti oleh sekitar 4.000 santri, yang dilanjutkan dengan jalan sehat yang diiringi drum band, lalu masih diteruskan dengan istighotsah kubro oleh KH. Marzuki Mustamar.
Agar acara semakin meriah, peserta mendapatkan sebuah kupon dengan berbagai hadiah dan hadiah utama berupa umrah gratis.(ras/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top