Siswa SDN Dinoyo 3 Belajar Ikuti Lelang Barang


MALANG – Siswa kelas 2 SDN Dinoyo 3 Malang mengadakan lelang. Lelang ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 2 dan tim pengajar dari tim kementrian keuangan, yang masuk dalam program kementrian keuangan mengajar (Kemenkeu mengajar).
Sedangkan barang yang dilelang antara lain, beberapa kotak pensil, permainan lego, dan beberapa alat tulis. Peraturang lelang ini, siswa yang berhasil memenangkan lelang harus dengan uang saku mereka sendiri. Tidak diperbolehkan patungan.
Dalam permainan lelang ini, seluruh siswa membawa bendera. Bendera ini harus diayunkan ke atas ketika mereka menawarkan harga lelang. Tujuannya adalah untuk memberikan tanda siswa ketika mereka melakukan lelang harga.
Barang yang pertama dilelang, adalah permainan lego. Harga yang ditawarkan mulai Rp 3.000 sampai mencapai harga Rp 10.000. “Siapa yang menawar di atas Rp 5.000?” tawar salah satu pengajar kemenkeu, Asep yang membuka lelang kepada para siswa.
Para siswa banyak yang melambaikan benderanya, termasuk gurunya. Lelang sempat menembus Rp 11.500. Lelang pertama berhasil didapatkan oleh I Made Ari Dewanta Kusuma. Namun, ternyata, uang tersebut bukan milik Ari sendiri. “Ini uang hasil patungan. Uang saya hanya sebesar Rp 9.000. Sisanya dibantu teman saya sehingga mencapai Rp 11.500,” terang Ari ketika maju mengambil barang hasil lelang.
Karena tidak memenuhi syarat, penawaran lelang tertinggi dibatalkan. Akhirnya dimenangkan oleh Hafiz Ihsal sebesar Rp 10.000. Dan yang berhak mendapat mainan lego Batman itu. Selain lego, barang yang juga ditawarkan adalah tempat pensil, yang ditawarkan mulai harga Rp 1.000. siswa yang mendapatkan adalah Titan Fabio, yang berhasil mengambil lelang dengan harga Rp 7000. “Kalau ini uang saya sendiri. Saya senang sekali bisa membeli tempat pensil bagus dengan uang saku sendiri. Saya senang dengan tempat pensilnya, karena warna dan gambarnya bagus,” ujar Titan.
Usai mengenalkan kegiatan lelang, bendera-bendera itu dikumpulkan lagi. Peserta Kemenkeu Mengajar, Evi Sari menjelaskan, program ‘Kemenkeu Mengajar’ ini dilakukan untuk memperkenalkan, kegiatan-kegiatan ekonomi yang nantinya akan mereka alami ketika tumbuh dewasa. Dan lelang, menurutnya adalah kegiatan menarik yan wajib mereka kenal. “Dengan begini mereka bisa belajar untuk melakukan lelang. Dan lelang, menurutnya juga kegiatan yang terdekat dengan usia mereka. “Seru. Anak-anak antusias ikut lelang,” papar Evi.
Ia mengharapkan, dari ide lelangnya ini, nantinya siswa mengerti apa itu lelang, bisa melakukan lelang dengan benar dan tidak menyalahartikan. “Mungkin banyak anak kecil yang mengartikan lelang sebagai judi. Padahal lelang hanya tawaran tertinggi. Mereka juga bisa melakukannya di keseharian,” pungkasnya (sin/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...