magista scarpe da calcio Awalnya Bertugas Bersihkan Sekolah, Kini Siapkan Aksi Donatur Bibit Pohon Online


Awalnya Bertugas Bersihkan Sekolah, Kini Siapkan Aksi Donatur Bibit Pohon Online


MALANG - SDN Kedungkandang 2  menggagas terbentuknya ekstrakurikuler Green Generation. Ekskul ini terbentuk sejak awal semester ini. Ada banyak program yang dikembangkan, salah satunya pemanfaatan internet untuk menghimpun donatur dalam rangka penanaman pohon.
Hari ini, adalah jadwal latihan bagi ekskul Green Generation SDN Kedungkandang 2. Setiap Rabu, anggota dari kelas 4,5 dan 6 akan bertemu untuk berlatih membuat kerajinan ramah lingkungan atau merumuskan action-action berikutnya. Jumlah anggota ekskul ini tak banyak, hanya 16 orang saja. Namun, hal itu tak mengurangi semangat anggotanya untuk terus beraksi demi lingkungan terutama konservasi alam.
Achmad Dwinada, salah satu siswa SDN Kedungkandang 2 sudah hampir tiga bulan ini aktif dalam ekskul tersebut. Membersihkan lingkungan sekolah menjadi rutinitasnya bersama anggota ekskul yang lain. Meski demikian, ia mengaku senang bisa membuat lingkungannya menjadi bersih dan sehat.
 “Awalnya saya melakukan bersih-bersih lingkungan, tapi selanjutnya, saya juga melakukan penanaman pohon. Ini yang menyenangkan,” kata dia dengan lugu.
Dwinda sendiri mengaku, ia senang membersihkan lingkungan. Ketika ekskul ini dibentuk, ia pun sudah berniat mengikutinya. Ia berniat untuk melanjutkan terus hobi dan kesibukannya ini. “Nantinya saya akan belajar teus mengelola lingkungan. Siapa tahu ketika besar nanti saya bisa bekerja menjadi orang yang aktif di lingkungan,” pungkasnya.
Para siswa yang sudah memiliki rasa cinta dengan lingkungan ini, juga akan dilibatkan dengan kegiatan menghimpun pohon melalui online.
“Saat ini kami memang masih mempunyai upaya penanaman pohon, dengan mengumpulkan dana dari teman-teman secara swadaya. Uang dari teman-teman dikumpulkan, untuk yang PNS potong gaji. Selanjutnya, sumbangan pohon melalui website yang akan dibuat. Website nantinya, akan memberikan informasi tentang itu,” kata Kepala sekolah Budi Hartono, S.Pd . M.Pd.
Budi mengatakan, ekskul ini didirikan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa, agar siswa sadar betul terhadap lingkungan. Terlebih, lingkungan sekolah yang mendukung.
Budi menerangkan, setiap hari Rabu, siang menjelang sore, anggota ekskul ini berkumpul di kelas terlebih dahulu untuk mendapatkan materi teori. Kemudian beberapa menit, mereka melakukan tugas mereka, yakni membersihkan lingkungan sekolah. Guru ekstrakurikuler, dibimbing oleh guru kelas yang ahli dalam bidang lingkungan. Yakni guru kelas IV yang sering turut andil dalam program-program lingkungan.
“Awalnya mereka hanya membersihkan sekolah saja, lalu nantinya, mereka akan membuat segala hal yang berkaitan dengan lingkungan. Bisa membuat tanaman hidroponik, bisa juga membuat metode lainnya yang berkaitan dengan lingkungan. Yang pasti, mereka harus mempunyai keterampilan ini,” kata dia.
Green Generation, lanjut dia, nantinya juga akan membantu mengubah mindset siswa menjadi pecinta lingkungan yang bergerak pada penanaman pohon.
Ia berpendapat, saat ini belum ada pihak yang menghimpun partisipasi dan kepedulian masyarakat. Oleh karena itu, digagas terbentunya “Green Generation”.
Dalam jangka panjang upaya penyelamatan lingkungan diharapkan akan ditularkan melalui generasi hijau ini.
“Harapannya, Generasi hijau akan mengkampanyekan penyelamatan lingkungan kepada keluarganya juga,” kata dia. Budi juga menginginkan, nantinya ketika mereka lulus, bisa menjadi generasi hijau yang peduli terhadap lingkungan. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top