Unmer Malang Minimalisir Perkuliahan dalam Kelas


MALANG – Tahun 2018, Universitas Merdeka  Malang (Unmer) akan menerapkan metode pembelajaran online. Pembelajaran online ini akan ditetapkan pada Februari 2018. Latarbelakang ditetapkan metode ini adalah karena membludaknya peminat di Unmer yang menolak hingga kurang lebih 10 ribu mahasiswa.
Rektor Unmer, Prof Dr Anwar Sanusi membeberkan, porsi program ini adalah 48:62, 48 online dan 62 tatap muka. Anwar mengatakan untuk sementara metode ini sudah diterapkan di prodi Teknik Elektro.
“Untuk sementara saat ini ujicoba kami lakukan di teknik industri. Dan sejauh ini sudah berjalan lancar. Mahasiswa antusias, dosen pun juga semangat ketika harus melakukan program online,” ungkap dia.
Untuk saat ini, Unmer sudah menyiapkan 21 teknisi untuk pengoperasian sistim, yang diambil dari tenaga dosen. Untuk pelaksanaan awal, ia akan mencoba mengaplikasikan di program pasca sarjana. Setelah penerapan sukses di pasca sarjana, Anwar menargetkan program ini bisa merambah keseluruh fakultas.
Selain persiapan tenaga dosen yang sudah siap, kurikulum juga akan disiapkan.
“Kami akan membuat satuan acara pendidikan (SAP) baru. SAP ini sementara sudah kami susun. Peralatan juga sudah kami beli sejak setahun lalu, peralatan ini akan mendukung sistim juga” paparnya.
Salah satu dosen yang sudah terlibat, Dr Arman, mengatakan, ia akan mengajak para dosen lainnya untuk berupaya menyukseskan program ini. “Nantinya, akan ada 280 dosen terlibat disini. Nah kami mengajak mereka untuk itu terus memersiapkan ini,” kata ketua jurusan teknik elektro itu.
Ia yang sudah mengaplikasikan selama kurang lebih tiga bulan ini mengaku metode seperti ini sangat efisien. Efektifitasnya pun menurut dia tidak kalah dengan tatap muka selama ini.
“Jika boleh dievaluasi, memang efisien karena mahasiswa sudah tidak prlu lagi ke kampus. Lalu untuk efisiensi, saya rasa juga tidak kalah dengan tatap muka. Ketika dilakukan kuis kecil-kecilan, nilai mereka juga sudah bagus,” bebernya.
 Persiapan yang sudah dilakukan saat ini sudah berjalan 50 persen. Program ini sudah dicanangkan sejak setahun lalu. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...