Bekraf Sosialisasi Pentingnya Kekayaan Intelektual


MALANG –  Tak perlu diragukan lagi bahwa kekayaan Indonesia terletak pada sumber daya alam yang dimiliki. Padahal, hak dari kekayaan intelektual itulah yang menguasai hampir 70 persen ekonomi dunia. Untuk itu, hasil olah pikir perlu mendapatkan perlindungan yang memiliki kekuatan hukum, yakni Hak atas Kekayaan Intelektual.
Namun seringnya, masih banyak masyarakat yang seolah acuh pada hak atas kekayaan intelektual. Dituturkan oleh Deputi II Bidang Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Utomo, saat ini perekonomian Indonesia bergerak pada data dan ide, dan pengakuan atas suatu ide didapatkan bila telah mengantongi HAKI.
“Sayangnya, masih banyak orang yang tidak familier dengan HKI ini. Ini sifatnya subyektif, sebagian lagi masih tidak memiliki kesadaran untuk menghargai hak intelektual orang lain. Film masih suka yang bajakan, dan ada pula yang merasa mengurus HAKI itu mahal,” katanya.
Ditambah, keuangan Indonesia lebih menitikberatkan pada kekayaan kebendaan, padahal kekayaan intelektual merupakan sesuatu yang tak berwujud, dan masih belum mendapatkan fasilitas dari lembaga keuangan.
Untuk itulah, Universitas Ma Chung melalui Sentra Kekayaan Intelektual mengundang pelaku usaha kreatif Malang mengadakan soasialisasi bertema “Peran Bekraf pada Bidang Permodalan dan Kekayaan Intelektual”, kemarin (25/10).
Konsultan Kekayaan Intelektual 537 – 2011 Republik Indonesia, Fahrial Amrulla memberikan sesi materi dan diskusi untuk para peserta, selain itu juga memberikan pengarahan cara mendaftarkan HKI serta penelusuran berkas yang telah dan akan didaftarkan.
Dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan, masih nampak ketidak tahuan mereka mengenai perbedaan paten dan hak cipta, keuntungan pendaftaran hak cipta serta permasalahan yang kerap dihadapi berkaitan dengan ciptaan itu sendiri.
“Misalnya ibu membuat model sandal yang kemudian juga dibuat oleh pemilik usaha yang lain, lebih baik tidak perlu didaftarkan desainnya, karena model tersebut dapat berubah seiring waktu. Tiwas mbayar,” ujarnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :