Usir Bakteri di Dudukan Toilet, Mahasiswa Ciptakan Kertas Higienis


MALANG – Masalah dudukan toilet yang jorok dan kotor, kini telah ditemukan solusinya oleh dua mahasiswa Brawijaya melalui Hygiene and Comfortable Toilet Seat’s Mat (HCT3). Elina Primadiani, dan Mas Adam Lukman membuat suatu kertas untuk melapisi dudukan toilet agar kulit pengguna tidak terkontaminasi oleh berbagai bakteri dan kuman yang bersarang di sana.
“Setiap kali perjalanan jauh, saya selalu pilih-pilih toilet umum, sampai hafal mana toilet yang jorok dan mana yang bersih. Lalu  kemudian terpikir bagaimana kalau membuat suatu alat sehingga orang-orang bisa memanfaatkan semua toilet umum yang ada,” ujar Adam.
HCT3 merupakan suatu kertas berbentuk dudukan toilet yang terbuat dari tiga lapis kertas woven. Lapisan pertama yang menempel di sisi toilet, terisi silver nano partikel dalam pori-porinya yang berfungsi untuk antimikroba. Lapisan kedua mengandung ekstrak jeruk yang telah dimikroenkapsulasi untuk memberikan aroma wangi pada kain. Sedangkan lapisan terakhir dipilih jenis kain woven yang paling nyaman bagi kulit.
“Dari kain woven ada perbedaan jenis serta ketebalan juga, dan untuk lapisan yang terakhir ini kami pilihkan yang paling nyaman untuk kulit. Selain untuk menjaga sirkulasi udara juga agar kulit tidak iritasi saat lama memakai toilet,” kata Elina, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, FTP, UB angkatan 2016.
Produk ini, lanjutnya, digunakan sekali pakai dan diperuntukkan bagi mereka dengan mobilitas yang tinggi. Untuk itu, dalam rencana produksi massal dan penjualan ke depan, akan ada tiga lembar HCT3 dalam satu pack, sesuai dengan kebutuhan ke toilet sebagian besar orang.
Atas inovasi tersebut, keduanya mendapatkan medali emas atas kategori teknologi kebutuhan sehari-hari dalam ajang International Young Inventor Award, yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) bekerja sama dengan International Federation of Inventors' Association (IFIA) dan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), dengan para pesaing dari pemenang kompetisi KIDE (Taiwan), I-Invex (Malaysia), IYIC (Korea) dan Euroinvent (Romania).
Ke depan, produk tersebut siap diproduksi secara massal sebagai solusi dari kebersihan toilet umum yang sering dihadapi oleh masyarakat. Meski begitu, Elina mengaku produknya masih memerlukan riset lebih jauh terkait dengan keamaan penggunaan, design, serta pangsa pasar. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :