PTS di Malang Kejar Akreditasi Institusi A


MALANG - Seiring dengan target dari Kemenristek Dikti untuk meningkatkan akreditasi perguruan tinggi, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Malang saat ini sedang giat melakukan re-akreditasi. ITN Malang misalnya, telah menyelesaikan sejumlah tahapan menuju akreditasi A. Setidaknya ditargetkan hingga akhir Desember ini, seluruh tahapan sudah dirampungkan. Sementara di Unisma,  salah satunya yang sedang dilakukan yakni akreditasi pada enam program studi yang dilakukan pada satu bulan ini.
Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengatakan, enam peogram studi tersebut yakni program doktor, Magister Ilmu Administrasi, Magister Managemen, S1 Akuntansi, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.
“Ada yang sudah visitasi dan tinggal menunggu pengumuman, ada yang yang sedang visitasi sekarang ini yaitu Magister Ilmu Administrasi. Selanjutnya di tanggal 29 sampai 31 Oktober ada jadwal untuk visitasi program studi teknik mesin,” ujarnya.
Untuk masalah akreditasi, pihaknya tak mau berlama-lama atau menunggu hingga masa akreditasi segera habis. Meski ada program studi yang masih akan habis masa akreditasinya setahun lagi, namun pihaknya menggenjot program ini lebih awal.
“Prinsip kami adalah tidak mau menunggu, lebih awal harus sudah dipersiapkan,” imbuhnya.
Untuk akreditasi, terdapat tujuh standar penilaian yang harus diisi, diantaranya managemen, informasi, visi misi, penelitian hingga jurnal. Semuanya dilakukan secara komprehensif pada setiap poin penilaian.
Sementara itu, pada penilaian akreditasi pertama kali pada STIE Malangkucecwara beberapa waktu yang lalu, didapatkan nilai akreditasi B ‘gemuk’, yang artinya nilai yang diperoleh tidak terpaut jauh untuk mendapatkan akreditasi A. Meski begitu, seluruh program studi dalam STIE Malangkucecwara telah memperoleh akreditasi A.
“Memang masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, namun pada poin-poin yang tidak mengarah pada aktivitas pembelajaran untuk mahasiswa,” kata Ketua STIE Malang Kucecwara, Drs Bunyamin PhD.
Menurutnya, akreditasi pada program studi memegang peran penting dibandingkan akreditasi institusi. Ini karenakan program studilah yang paling berdampak pada mahasiswa, terlebih ketika lulus dan mencari kerja.
“Jadi target kami ke depan selanjutnya yaitu mempertahankan akreditasi A di program studi, dan meningkatkan akreditasi institusi. Caranya dengan menggenjot publikasi dan kerjasama,” imbuhnya.
Dorongan dari Kemenristekdikti untuk peningkatan akreditasi bagi perguruan tinggi, ditujukan untuk meningkatkan pendidikan tingginya.
Saat ini, terdapat 1279 perguruan tinggi terakreditasi, dengan rincian 56 perguruan tinggi terakreditasi A, 391 perguruan tinggi terakreditasi B, sedangkan 832 lainnya masih terakreditasi C. Untuk Perguruan Tinggi Swasta, 20 institusi terakreditasi A, 272 terakreditasi B, dan 623 terakreditasi C. Sedngkan untuk perguruan tinggi negeri, terdapat 30 yang memiliki akreditasi A, 45 terakreditasi B, dan masih ada delapan perguruan tinggi negeri dengan akreditasi C.
Lebih lanjut, Menristekdikti mengatakan akreditasi merupakan salah satu capaian yang menjadi tolak ukur dalam pemetaan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, selain jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terdaftar dan publikasi internasional. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :