Pascasarjana Unisma Siapkan Prodi Idola Terakreditasi A

 
MALANG – Hari ini, Pascasarjana Unisma menggelar pelepasan 210 mahasiswa yang akan diwisuda, Sabtu (28/10). Direktur Pascarsarjana Unisma, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T, M.T mengatakan, pelepasan dengan pengalungan gordon sehari sebelum wisuda sudah menjadi tradisi. "Sehingga gordonnya diterima terlebih dahulu, sekaligus diberikan penghargaan dari masing-masing prodi untuk mahasiswa dengan nilai terbaik, baru kemudian dilepas dan esoknya diwisuda di universitas oleh rektor,” ujarnya.
Dia mengatakan, Pascasarjana Unisma akan menggenjot semua program studi di lingkungannya untuk meningkatkan status akreditasi yang telah dimiliki. Pada September, program Doktor telah mendapatkan visitasi dan sedang menunggu hasil penilaian. Untuk jurusan Magister Manajemen dan Magister Ilmu Administrasi juga telah mendapatkan visitasi, 22 hingga 24 Oktober lalu.
”Ke depan, akan ada ada Magister Ilmu Peternakan dan Magister Notariat yang menyusul kenaikan berkas untuk naik status. Harapannya akan ada program studi yang menjadi idola dan akreditasinya harus A untuk 2018, yakni Magister Ilmu Hukum, Magister Bahasa Inggris dan Magsiter Bahasa Indonesia,” sambungnya.
Segera setelah pencabutan moratorium pendirian program studi baru oleh pemerintah, maka program S3 Ilmu Hukum akan hadir di Pascasarjana Unisma.
”Prosesnya sudah sampai pada memasukkan berkas, hanya tinggal menunggu turun saja. Kami memilih Ilmu Hukum karena akreditasi untuk S1 Ilmu Hukum sudah A, dan kebetulan sumber daya manusianya mencukupi,” imbuhnya.
Kepada Malang Post Agus juga mengatakan, Pascasarjana sedang memperbaiki kurikulum agar setiap program studi memiliki ciri khas dan kekhususan.
”Contohnya di Magister Ilmu Administrasi, akan kami hadirkan kurikulum perbankan Islam yang belum ada. Sampai sejauh ini yang ada masih perbankan syariah,” imbuhnya.
Kepada para wisudawan, dia berpesan agar mereka terus belajar dan meningkatkan pendidikan hingga ke S3. Sedangkan bagi lulusan doktor harus dapat mengembangkan dan mengabdikan diri pada institusi, bangsa, agama dan negara. Dua mahasiswa dari Magister Ilmu Hukum atas nama Hari Eko Utomo dan Saipul Imam, serta Fitriah Rahmawati dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris meraih IPK absolut, 4.0. 
Fitroah Rahmawati, merupakan saah seorang pengajar TK yang memiliki cita-cita bersekolah tinggi agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat, untuk murid-muridnya.
Dari 210 mahasiswa yang dilepas hari ini, 75 mahasiswa dari program studi Pendidikan Agama Islam, 17 merupakan lulusan Magister Ilmu Hukum, 72 mahasiswa dari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, 66 lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris, 17 dari program studi Magister Managemen, Magister Ilmu Adminitrasi dua mahasiswa dan satu mahasiswa dari Magister Peternakan.
 
Komisaris Grup Jawa Pos Imawan Mashuri Raih Cumlaude
Di antara mahasiswa S2 yang lulus dan dilepas hari ini, terdapat polisi,  kepala desa, jaksa, hakim, PNS, karyawan swasta dan profesional. Satu di antaranya Imawan Mashuri, komisaris dan salah satu owner dari beberapa perusahaan grup Jawa Pos, yang berhasil lulus dengan predikat Cumlaude. 
Imawan yang juga sedang membangun konvergensi media pertama Indonesia satu pintu di Malang, di bawah payung AMeG (Arema Media Group) itu, menyelesaikan tesis berjudul Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pemerintah, analisis hukum dari kasusnya sendiri menggugat Menkominfo tiga kali dan menang terus, sampai semuanya berkekuatan hukum tetap. 
Imawan ketika itu membela perusahaan yang dia bangun, yaitu JTV. Sekaligus karena dia adalah Ketua Umum ATVLI (asosiasi Televisi Lokal Indonesia)  dalam kasus penyiaran televisi digital.  
"Saya bersyukur bisa dapat pelajaran dan bimbingan akademik untuk menyelesaikan karya ilmiah saya di program studi hukum Unisma. Sekaligus ingin menegaskan bahwa pemerintah sesungguhnya harus hati-hati membuat putusan. Kalau tidak,  bisa melawan hukum meskipun kelihatannya seolah-olah berdasar hukum," ujar bapak dua anak yang juga lulus advokat itu. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :