Tak Khawatir Hadapi Persaingan

 
BATU - Daya saing yang kini semakin luar biasa mengalahkan berbagai sentimen seperti sentimen agama maupun politik. Persaingan berbagai bidang kehidupan pun akan semakin lebih ketat pada masa mendatang. Namun lulusan Universitas Islam Malang (Unisma) tak perlu khawatir menghadapi ketatnya kompetisi.  
Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pembina Unisma, Prof Dr. KH Moh Tholhah Hasan  saat prosesi pelepasan 210 wisudawan program pascasarjana Unisma di Klub Bunga Resort,  Kota Batu, kemarin. Setelah dilepas kemarin, mereka diwisuda Sabtu (28/10) hari ini di kampus Unisma. 
“Tidak ditentukan darimana pendidikan ditempuh, bukan dari lingkungan keluarga yang bagaimana, tapi adalah dari tingkat daya saing tinggi, suatu konsistensi didalam menjaga kekuatan yang lain,” ujar Tholhah.
Lebih lanjut Menteri Agama di era Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid ini mengatakan seseorang berprestasi bagus bukan ditentukan darimana asalnya. Ia lalu menceritakan yang terjadi di London, Inggris. Wali kotanya, Sadiq Khan, adalah seorang warga keturunan Pakistan yang memeluk agama Islam taat memenangkan wali kota dan menjadikannya wali kota muslim pertama di London.
Tholhah mengharapkan kiprah Sadiq Khan ini memberikan inspirasi bagi para wisudawan. Ia berharap wisudawan memiliki kekuatan pribadi yang menjadi kunci kebesaran mereka. Pertama adalah kekuatan kompetensi yang terus mereka jaga dan kembangkan, kedua adalah kreativitas unggul yang terus mereka bawa dan ketiga adalah karakter yang terpuji. 
“Selama Anda punya kompetensi bagus, kreativitas unggul dan selama memiliki karakter terpuji, Insyaallah, Anda akan menjadi orang yang sukses. Unisma sudah mengantarkan Anda, tapi andalah nanti yang akan mengembangkannya,” ujar Tholhah. 
210 wisudawan pascasarjana yang diwisuda hari ini terdiri dari Magister Pendidikan Islam sebanyak 75 wisudawan, Magister Ilmu Hukum sebanyak 17 wisudawan, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia 32 wisudawan, Magister Bahasa Inggris sebanyak 66 wisudawan. Selain itu Magister Manajemen sebanyak 17 calon wisudawan, Magister Ilmu Administrasi sebanyak 2 wisudawan dan Magister Peternakan 1 orang. 
“Mahasiswa berasal dari Sumatera, Lampung Tengah, Jawa, Madura, Kalimantan dan Nusa Tenggara,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ahmad Thabrani MM. Para calon wisudawan ini juga dari berbagai latar belakang, ada yang pemilik media, kepala desa, polisi, jaksa, guru hingga wartawan.
Hadir dalam pelepasan tersebut Rektor Unisma, Prof Dr H Masykuri Msi, Direktur Program Pascasarjana Prof Dr Ir H Agus Sugianto ST MT serta sejumlah undangan. “Mudah-mudahan menjadi tangga ke program doktoral, ilmu Anda bukan untuk diri Anda sendiri, tapi untuk keluar dan orang lain,” pesan Agus kepada para wisudawan.
Agus mengatakan,  sukses seseorang bukan karena kecerdasan intelektual, tapi menghargai orang lain dengan baik. Pesan yang sama juga dikemukakan oleh H Masykuri yang mengatakan bahwa tingginya ilmu jangan menjadikan takabur.            
Dalam kesempatan tersebut, diberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan terbaik serta pengalungan gordon oleh rektor. Di antaranya peraih predikat cumlaude H Imawan Mashuri, Komisaris Grup Jawa Pos.    
“Saya ingin kembali jadi orang NU, karena keluarga saya dari Bani Hasyim. S2 yang ada Aswajanya ya hanya di Unisma. Selain itu, perguruan tinggi ini memiliki banyak capaian prestasi dan melahirkan orang hebat,” kata H Imawan Mashuri. 
Dalam teori global paradoc menurut Imawan menjadikan seorang Islam juga warga dunia. “Orang-orang yang sarungan ini, punya pendidikan yang kuat, bagus dan mendunia karena memiliki kemampuan international,” paparnya. (dan/van) 

Berita Lainnya :

loading...