ITN Malang Gelar Gempita Arsitektur


MALANG – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar Sarasehan  Himpunan Mahasiswa Arsitektur se kota Malang. Acara itu merupakan kali kedua diadakan ITN Malang. Selain untuk menyambung tali silaturrahmi, acara itu diadakan sebagai salah satu pengembangan potensi karya mahasiswa Arsitektur di ITN Malang.
“Acara sarasehan ini bertujuan untuk pengembangan potensi karya mahasiswa Arsitektur ITN Malang, dengan mempelajari pameran yang diadakan kampus lain,” ungkap Kepala Jurusan Arsitektur ITN Malang, Kasamawardhana Heksa Putra, S.T.
Heksa mengungkapkan, acara gempita arsitek tersebut memberikan banyak manfaat bagi himpunan mahasiswa arsitek. Hal itu dibenarkan Ars. Akhmad Fatah Yasin, S.T, salah satu anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan pemateri dalam acara sarasehan di acara tersebut.
“Poinnya, bagaimana kita bisa membangun sesuatu tanpa merusak lingkungan sekitar. Mengingat semakin menipisnya lapisan ozon karena banyaknya penggundulan hutan,” ujar Akhmad sapaan akrabnya.
Akhmad berpendapat, dari acara gempita arsitek ini, mereka mampu menerapkan konsep pembangunan yang dilakukan manusia di masa lampau. “Kembali ke masa lalu, karena manusia zaman purba saat itu mampu membuat rumah daun kering dan menggunakan pohon mati. Bukan menebang pohon dan membangun rumah secara sembarangan,” paparnya.
Karena itu, harus bisa diterapkan oleh manusia modern dengan tekonologi yang sangat jauh berbeda dengan manusia di masa lampau.
Dr. Ir. Herdianto, M.T, Wakil Dekan 3 FTSP membenarkan pernyataan Akhmad. Ia sangat setuju dan mendukung gagasan Akhmad. “Kita jangan mau kalah dengan manusia zaman lampau, karena mereka mampu membangun tanpa merusak. Sedangkan saat ini, manusia zaman modern seringkali menghilangkan lahan subur untuk membangun sebuah gedung,” papar Herdianto.
Peserta Sarasehan yang sebagian besar mahasiswa begitu antusias mengikuti acara hingga akhir acara. Mereka berpendapat bahwa bukan hanya acara hiburan yang mereka kejar, namun ilmu mengenai pembangunan dari para seniornya. “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kami, kedepannya kami berharap bisa mengkalkulasi secara seimbang antara pembangunan dan keadaan alam,” pungkas I Putu Wisnu Atmaja, Ketua Panitia acara Gempita Arsitek. (mg1/sir/udi)

Berita Lainnya :

loading...