Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 15 Lomba Fashion Busana Adat Daerah


MALANG - Beragam busana adat daerah Nusantara mewarnai hari peringatan Sumpah Pemuda di SMPN 15 Kota Malang, Sabtu (28/10). Dengan memakai busana adat, para siswa menjadikan pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda menjadi tampak berwarna dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka diajarkan untuk menghargai perbedaan dan keragaman budaya Bangsa Indonesia.
Kepala SMPN 15 Malang, Agus Wahyudi, S.Pd, M.Pd mengatakan, Sumpah Pemuda terbentuk dari perkumpulan para pemuda dari berbagai suku. Mereka bersatu untuk keutuhan bangsa yang saat itu masih terpetak-petak dan dalam kondisi terjajah. “Maka melalui momen Sumpah Pemuda ini kami ajarkan anak-anak tentang keberagaman. Sehingga mereka mengerti bahwa  Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa yang bersatu dalam kebhinekaan,” katanya.
Agus mengatakan, 700 bahasa daerah yang dimiliki Bangsa Indonesia sudah terkikis. Saat ini sebanyak 138 bahasa diantaranya terancam punah karena pengaruh bahasa asing. “Kita memang harus mengikuti majunya peradaban dunia dengan mengusai bahasa asing, namun bukan berarti melupakan bahasa ibu (daerah),” ucapnya.
Menurut Agus, ancaman terhadap bahasa daerah karena banyak faktor. Diantaranya lingkungan keluarga yang mengajarkan anak sejak kecil dengan berbahasa Indonesia, bahkan bahasa asing. “Semuanya penting, tapi bahasa daerah juga jangan sampai anak tidak tahu, karena itu kekayaan bangsa kita,” tambahnya.
Untuk itu, pada momen Sumpah Pemuda kali ini, pihaknya berupaya menguatkan kembali kecintaan siswa kepada budaya dan Bahasa Indonesia. Para pemuda untuk mencapai sebuah kesatuan bangsa di masa lalu, karena faktor kecintaan mereka pada Bangsa Indonesia. “Dari kecintaan itulah mereka bersatu dan mencapai sebuah kemerdekaan. Ini yang patut kita teladani,” imbuhnya.
SMPN 15 Malang sebagai sekolah yang telah meraih gelar Adiwiyata Mandiri mengimplementasikan cinta banga dan negara dengan mencintai lingkungan. Cinta bumi pertiwi dengan menjaga dan melestarikan alam Nusantara termasuk bagian dari sikap nasionalisme. “Dan itu yang menjadi bagian dari tugas pemuda saat ini, bagaimana mereka menghargai hasil pengorbanan para pemuda masa lalu dengan cara menjaga alam Indonesia,” tuturnya.
Ketika semangat nasionalisme sudah terpupuk, lanjut Agus, secara teori akan tumbuh rasa cinta Tanah Air dalam diri siswa. “Salah satu bentuk kecintanaan kepada Tanah Air, yaitu cinta Bumi Indonesia tempat kita berpijak,” terangnya.
Peringatan Sumpah Pemuda di SMPN 15 juga dimeriahkan dengan acara lomba fashion busana adat daerah.  Kegiatan ini dilaksanakan usai upacara. Di waktu yang sama, juga digelar pawai Sumpah Pemuda.  Dengan mengusung spirit nasionalisme mereka berjalan di sekitar sekolah dengan membawa spanduk dan poster yang menyuarakan arti kebhinekaan. “Disintegrasi bangsa saat ini luar biasa ancamannya. Maka harus kita ajari anak tentang kebhinekaan dan kita suarakan pada masyarakat,” pungkas Agus. (imm/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...