Unisma Dapat Penghargaan The Best Performing University of The Years


MALANG - Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) lalu, Universitas Islam Malang (Unisma) meluluskan 1137 mahasiswa program Magister, Profesi dan Sarjana. Yang  menjadi warna dalam wisuda kali ini yakni diterimanya penghargaan oleh Unisma dalam ajang Indonesian Achievement & Best Performing Award dengan kategori The Best Performing University of The Years.
Hal ini menegaskan sekali lagi Unisma sebagai kampus dinamis yang menjalani perannya dengan penuh tanggung jawab, kerukurann serta tekad untuk mengatasi setiap tantangan.
Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si, mengatakan, Unisma adalah karya terbaik para ulama. "Selanjutnya kami memiliki kewajiban untuk meneruskan dan berdaya saing pada tingkat Nasional, dan global. Sebagai tanggung jawab Unisma pada pengembangan masyarakat, maka pada Februari 2018 nanti akan dibuka program baru, yakni S1 Farmasi dan S2 Pendidikan Matematika," serunya.
Berbagai prestasi Unisma telah diraih, salah satunya tercatat sebagai peringkat 57 dari 4492 perguruan tinggi baik negeri maupan swasta di Indonesia. Raihan ini didapat dari penilaian sumber daya manusia, prestasi mahasiswa, akreditasi dan managemen.
Ketua PP LP Ma'arif, K.H. Drs. Z. Arifin Junaidi, M.M, menyampaikan apresiasi atas bergeraknya Unisma sebagai lokomotif dalam pengembangan perguruan tinggi NU. Selain Unisma, juga masih terdapat perguruan tinggi NU lainnya di seluruh Indonesia yang semuanya berkembang dan saling berkompetisi tidak hanya di Indonesia, namun juga internasional. Penghargaan sebagai The Best Performing University of The Years merupakan suatu kebanggan untuk terus berpicu dan berpacu.
"Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Kalau sudah nafsi-nafsi, maka akan muncul nafsu-nafsu. Ke depan, universitas di NU harus besar seperti NU. NU besar dengan pesantrennya, maka harus besar pula dengan universitasnya," ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma, Prof. Dr. K.H.M. Tholchah Hasan mengatakan, pada wisuda kali ini, berarti Unisma telah melahirkan sebanyak 40134 wisudawan yang sekarang telah menempuh berbagai profesi di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan itu, dia mengajak wisudawan untuk merenungkan dan mengambil satu inspirasi dan apresiasi atas konferensi negara-negara Islam se dunia yang baru digelar. Dalam konferensi tersebut, tema utama yang ditarik yakni mengenai kerja sama peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Bahwa sekarang dunia sedang menunggu generasi Islam kelima untuk ikut mewarnai dan merubah peradaban dunia. Kami tidak sedang menunggu pemuda pemudi dari Arab, karena sedang perang. Siapakah yang harus ikut mewarnai, yakni kita. Satu generasi yang mampu mewujudkan kejayaan negara yang demokrasi," tandasnya. (ras/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :