magista scarpe da calcio Pelangi Bangsaku Penuh Warna


Pelangi Bangsaku Penuh Warna


MALANG – SMAK Kolese Santo Yusup Malang sukses menggelar Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara bertajuk Pelangi Bangsaku ke-7 pada Sabtu (28/10) hingga Minggu (29/10) lalu. Event akbar dua tahunan tersebut selalu mengusung tema atau ikon budaya daerah tertentu. Tahun ini Pelangi Bangsaku SMAK Kosayu mengusung ikon budaya dari daerah Papua dan Maluku.
Semua siswa secara totalitas mengenakan berbagai macam pernak pernik, hiasan dan kostum  yang mencirikan budaya daerah Papua seperti Tifa, Rok Rumbai, Topi Cenderawasih hingga tiruan rumah adat Papua Honai yang dibangun megah di halaman sekolah.
Pada event ini juga digelar bazar kuliner dan pameran budaya yang bertujuan untuk mewadahi siswa dalam berkreasi dan melestarikan budaya. Pamera ini pun rapai dengan pengunjung yang hadir dalam acara tersebut. Sebelum menikmati penampilan seni, kebanyakan mereka berkunjung lebih dulu ke pameran budaya.
Wakil Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Bidang Humas, Elizabeth Aning Adicahyani S.Pd  mengatakan selain untuk melestarikan budaya, Pelangi Bangsaku digelar juga sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Kegiatan Pelangi Bangsaku ini memang selalu bertepatan dengan momen sumpah pemuda, Bulan Bahasa dan juga hari pahlawan,”  katanya.
Meski mengusung ikon budaya Papua dan Maluku, namun pada pagelaran seni kemarin juga ditampilkan beragam budaya dari daerah lain. Hal ini juga dikarenakan hampir 55 persen siswa SMAK Kosayu merupakan siswa dari luar Kota Malang yang berasal dari berbagai daerah. “Siswa kami sejumlah 1474 anak itu 55 persen merupakan siswa dari luar. Jadi kegiatan ini juga merupakan kesempatan bagi mereka untuk berkarya memperkenalkan kesenian dan budayanya masing-masing,” ujar Aning.
Melalui event Pelangi Bangsaku, Aning mempunyai pandangan kedepan agar event budaya SMAK Kosayu mampu menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk mengetahui dan mencintai budaya asli Indonesia. Selanjutnya ia berharap Pelangi Bangsaku dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Malang.     “Kegiatan ini tidak hanya untuk siswa, tapi kami benar-benar mengeksplorasi seluruh kemampuan siswa untuk menunjukkan kepada masyarakat kekayaan seni dan budaya nusantara,” imbuhnya.
Kepala SMAK Kolese Santo Yusup, Petrus Harjanto M.Pd, juga mengatakan event Pelangi Bangsaku ini bisa menjadi wadah bagi semua masyarakat demi terciptanya keharmonisan dalam kehidupan sosial dan bernegara. “Kegiatan pentas budaya ini bisa jadi ajang khususnya bagi anak anak menciptakan suatu kebiasaan dimana orang hidup itu saling menghargai, saling menolong dan saling bersinergi satu dengan lain,” jelas Petrus.
Pelangi Bangsaku dihadiri beberapa tokoh dan pejabat dari pemerintah daerah Papua. Beberapa pejabat yang hadir pada event tersebut antara lain, Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Provinsi Papua Dominikus Rudolf Ervianto Sunarwibowo Carvallo, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Walden Hood Sinaga, Komisi Kesehatan Keuskupan Timika Ernes Vincentius Sia serta Walikota Malang yang diwakili oleh Drs. Supriyadi M.Pd staf ahli bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Malang.
“Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi kegiatan ini terutama di era teknologi yang semakin maju. Dimana generasi muda banyak terpengaruh pengaruh oleh budaya luar yang masuk ke Indonesia. Akan SMAK Kosayu ini berusaha tetap untuk mempertahankan ciri khas budaya,” ujar Sunarwibowo Carvallo disela acara.
Ia menambahkan kegiatan Pelangi Bangsaku yang digelar SMAK Kosayu Malang dapat menjadi pemersatu bangsa yang memang terdiri dari bermacam-macam suku dan budaya.  “Artinya walaupun kita berbeda-beda, tapi tetap dalam satu bingkai, yaitu bingkai NKRI,” tukasnya.
Di hari kedua kegiatan Pelangi Bangsaku terasa semakin istimewa. Hal ini dikarenakan hadarnya bintang tamu yang sejak awal sangat ditunggu-tunggu oleh civitas akademika SMAK Kosayu Malang. Dia adalah Duta Pariwisata Indoensia, Vivian Tjung. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar SMAK Kosayu Malang ini. Sebab kita memang patut bangga menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan seni budaya,” ujarnya.    
Dalam kesempatan itu, gadis yang saat ini kuliah di Jepang Fakultas Hukum ini, menampilkan tiga buah lagu dengan memainkan alat musik Sasando, sebagai alat musik tradisional asal Pulau Rote. Dengan suaranya yang merdu, Duta Pariwisata Tahun 2016 ini memukau seluruh penonton. “Ayo kita lestarikan seni budaya Indonesia, termasuk potensi alamnya yang luar biasa, dan telah menjadi destinasi wisata dunia,” ucapnya. (yan/imm/sir/)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top