Ajak Siswa ke Singapura, Rasakan Pengalaman Belajar di Ascensia Academy


MALANG - Gracia School sukses menjalankan Studi Excursion untuk kali pertamanya. Dalam kegiatan ini, sekolah mengajak siswanya belajar ke Ascensia Academy selama lima hari, Senin (23/10) hingga Jumat (27/10) lalu. Study Excursion ini merupakan program study tour yang dimiliki oleh Gracia School dan telah ditetapkan menjadi salah satu program rutin tahunan. Ascensia Academy dipilih sebagai tujuan utama study tour ini karena  pembelajarannya sesuai dengan yang ada di Gracia School.
Lima hari di Singapura, memberikan banyak pengalaman menarik bagi 18 siswa Gracia School yang mengikuti Study Excursion. Mereka mengikuti serangkaian tour ke beberapa tempat menarik. Melihat keindahan Marina Bay Garden, Merlion Park, dan Universal Studi. Yang paling berkesan adalah ketika siswa berkunjung ke Ascensia Academy. Di Ascensia Academy, Study Excursion Gracia School diterima langsung oleh Mrs Chan yang merupakan Principal Ascensia Academy.
Sugeng Silitonga S.S, Waka Kurikulum Gracia School mengatakan, Ascensia Academy dipilih sebagai tujuan kegiatan kali ini karena kemiripan antara sekolah mereka. Beberapa mata pelajaran di sana, cocok dengan mata pelajaran dan kurikulum di Gracia School. Karena kesamaan tersebut, Sugeng juga mengungkapkan, siswa-siswinya tidak terlalu mengalami kesulitan dan hambatan untuk mendapatkan tambahan ilmu dari Singapura.
“Kalau di sana kan memang ditonjolkan ilmu secara kognitif yang sifatnya theoritical. Metode kurang lebih sama sih dengan Gracia, dengan drill soal, diskusi dan presentasi, pada dasarnya sama. Jadi anak anak sudah tidak kaget dengan pelajaran di sana,” ujar Sugeng kepada Malang Post.
Para siswa juga mendapatkan sertifikat dari Ascensia Academy sebagai tanda telah menempuh pembelajaran di sana. Selama study di Ascensia, Sugeng menilai study excursion kali pertama ini cukup berhasil. Indikatornya, selama dalam perjalanan pulang, hampir seluruh siswa bahkan masih membahas pelajaran karena merasa senang dan termotivasi dengan pelajaran.
Karena hal tersebut, Sugeng juga memiliki pandangan ke depan untuk merencakan study serupa dengan tempat tujuan yang berbeda.
“Perjalanan ke Singapura cukup berhasil, indikatornya kami melihat anak anak senang, motivasi belajarnya juga bertambah, bisa dilihat selama perjalanan anak anak juga selalu membahas pelajaran. Ada cita-cita kalau tidak ada hambatan, selanjutnya kita terjun ke Eropa beberapa tahun ke depan,” katanya.
Penentuan lokasi tersebut pun bukan tanpa alasan, ini dikarenakan di Gracia School metode pembelajaran yang digunakan pun juga banyak dipengaruhi dengan metode pembelajaran Cambridge, Inggris. Selain itu, beberapa mata pelajaran juga bahkan telah menggunakan pendekatan bahasa Inggris untuk menunjang kemampuan bahasanya.
Di Gracia School, suasana pembelajaran dirancang semenarik mungkin mulai dari metode pengajaran, fasilitas, hingga program – program yang mampu menarik minat siswa semisal outting dan outband yang rutin setiap semester dilaksanakan. Selain itu, masih ada pula program unggulan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain yakni program pendidikan ke luar negeri yang disebut IGCSE Pathways.
“Kita juga menjalankan program IGCSE Pathways. Jadi dari SMA anak-anak yang mengambil program ini bisa langsung dipersiapkan dan diarahkan melanjutkan kuliah ke luar negeri,” kata Yunita Fera Rahmawati S.Pd., M.Sc., Kepala Sekolah Gracia School.
Melalui berbagai program ini, Yunita berharap lulusan Gracia School mampu menjadi lulusan handal yang dapat menerapkan ilmunya sesuai dengan minatnya.
“Ketika anak-anak lulus dari sini, bisa melanjutkan ke perguruan tinggi favorit, kemudian ada muncul jiwa entrepreneur dan paham dengan digital marketing,” katanya. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...