ITN Prakarsai Batik Bernuansa Candi


 
MALANG - Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, baru saja menandatangani MoU tentang Technology and Innovation Support Center (TISCH). Kerja sama ini dilakukan antara Kementerian Hukum dan HAM dengan 17 universitas di Indonesia, salah satunya ITN Malang. MoU dilakukan dalam rangkaian kegiatan Pasar Inovasi dan Kreativitas 2017, yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Hukum dan HAM. Bertempat di Graha Pengayoman, Gedung Sekretariat Jenderal kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, 31 Oktober-2 November.
Lalu Mulyadi mengungkapkan, ada ide besar yang kini disiapkannya pasca MoU tersebut. Yakni sebuah aksi nyata untuk melahirkan icon batik khas Malang berbasis riset candi. Motif batik bernuansa candi ini diteliti Rektor dan tim pada 2010 lalu. 
“Waktu di pasar inovasi itu, saya melihat stand pameran batik Tangerang yang menjual batik dengan sejarahnya. Hal ini mengingatkan dengan karya riset saya tentang relief candi sebagai ide motif batik,” ungkapnya, kemarin.
Rektor kelahiran Lombok, NTB ini menuturkan, dari riset yang kemudian ditulisnya dalam buku itu, ada ratusan motif batik yang bisa dibuat dengan memakai relief yang ada di candi. Sehingga, ia memiliki gagasan untuk menyosialisasikan hasil risetnya itu kepada UKM batik dan juga siswa SMK. 
“Saya ingin mengundang siswa SMK terutama yang memiliki jurusan batik untuk sosialisasi hasil riset ini, dan bisa dilombakan untuk membuat motifnya. Kemudian akan mengundang home industri untuk produksinya,” ujarnya bersemangat.
Apalagi, lanjutnya, riset yang ditulisnya tersebut sudah mendapatkan izin hak cipta. Selanjutnya diharapkan bisa melahirkan motif batik baru khas Malangan. 
Risetnya sendiri dilakukan selama dua tahun di empat candi yakni Kidal, Jago, Singosari dan Jawi. Di Candi Jago yang disebut sebagai perpustakaan, Lalu mendokumentasikan sejumlah motif menarik.
Di tempat yang menjadi perdarmaan Tunggul Ametung itu ada relief yang bercerita tentang surga dan neraka. Banyak motif indah yang berkisah tentang kerajaan dan juga perilaku manusia di sana. Di Candi Kidal pun demikian, ada motif Medalion yang muncul sebagai hiasan arsitektur pada beberapa masa sesudahnya. 
“Riset saya ini sudah memiliki hak cipta, bahkan waktu itu reviewer sempat kagum karena justru yang tertarik meneliti candi untuk motif batik adalah saya yang bukan asli orang Jawa,” imbuhnya.
Ketua Sentra Kekayaan Intelektual ITN Malang Dr. Dimas Indra Laksmana yang ikut hadir kemarin menegaskan, MoU DJKI dan ITN Malang ini memberi arti penting. Terutama dalam menyuarakan tentang paten kepada peneliti maupun investor. 
Sementara itu, dalam waktu dekat, ITN Malang akan menggelar Rector Cup di kampus 2 Karanglo. Ada lebih dari 100 tim siap berkompetisi dalam lomba sepak bola ini. Kompetisi melibatkan siswa dari SD hingga SMA dan juga perguruan tinggi. (oci/sir)
 

Berita Lainnya :