magista scarpe da calcio Temukan Jati Diri di Otomotif


Temukan Jati Diri di Otomotif


MALANG - Elsa Anggraeni, S.Kom, M.M adalah guru SMKN 3 Malang berparas cantik yang mempunyai hobi otomotif. Ia mengenal otomotif sejak dirinya duduk di bangku SMA. Baginya, dunia otomotif membuatnya bisa menemukan jati dirinya. Ia yang awalnya pemalu berubah menjadi pribadi yang lebih berani dan garang.
“Saya dikenalkan dunia otomotif ini oleh ayah saya. Sejak SMA saya sudah ikut-ikut ayah saya mengotak- atik mesin yang membuat saya senang,” terang guru jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini.
Perempuan 34 tahun itu adalah pencinta otomotif mobil besar seperti hardtop dan taft. Untuk mengekspresikan kecintaannya pada mobil besar, ia juga aktif disalah satu club mobil lokal di Malang. Walau mencintai mobil besar sejak remaja, ia belum pernah mencoba beradu dengan mobil kesayangannya itu.” Kalau untuk ikut kejuaraan balap mobil belum pernah hanya sebatas pecinta mobil saja,” kata dia.
Ia merasa dunia otomotif bisa membuatnya tampil macho. Menurutnya macho adalah keunikan yang harus dimilikinya. Karena dengan sifat yang macho, ia mampu hidup mandiri.
“Walau sejak kecil saya berambut panjang dan selalu merawat diri, saya bersyukur dengan dikenalkan hobi ini, saya jadi mempunyai sifat mandiri seperti ayah saya,” paparnya.
Kecintaannya terhadap dunia otomotif ini ternyata membuatnya mandiri dan berani. Ia yang awalnya pemalu, ternyata mampu berubah menjadi priobadi yang berani dan garang, ketika ia mengenal dunia aaaaaotomotif.
“Saya dulunya pemalu. Tapi akhirnya saya mampu membuat ayah saya bangga. Saya jadi berani mengendarai mobil besar, berani bersosialisasi,” terangnya.
Ia berubah menjadi pribadi yang kuat dan garang ketika ia mengekspresikan diri dengan aktif di klub mobil.  
“Di situ kita akan banyak bertemu sesama pecinta mobil. sehingga bisa share ilmu, bahkan banyak hal baru yang kita dapat. Di klub mobil, kita juga sering adakan acara touring dan gathering yang tujuannya selain untuk kesolidan juga untuk test drive mobil. Nah belajar sosialisasi dari situ” terangnya.
Setelah ia bisa merubah diri dari hobinya itu. Elsa yang semakin tidak bisa lepas dari dua jenis mobil itu pun hingga saat ini berupaya untuk bisa mengikuti kompetisi jika nantinya ada peluang. Ia berharap, sekali saja bisa berlaga, walau tidak meraih juara. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :