Dibantu Disdik dan Orangtua, Sekolah Siap UNBK Mandiri


MALANG - Sejumlah sekolah di Kota Malang mulai mengupayakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri pada 2018 nanti. Keterbatasan jumlah perangkat komputer sudah bisa diatasi dengan mengandalkan bantuan. Baik dari Dinas Pendidikan Kota Malang maupun dari orangtua.
SMPN 18 Malang misalnya, sudah siap melaksanakan UNBK mandiri di tahun 2018. Dengan jumlah komputer yang tersedia, rencananya ujian akan dilaksanakan tiga sesi.
Kepala SMPN 18, Budi Santoso , M.Pd membeberkan, tahun ini sekolahnya sudah menyiapkan 80 unit komputer.
“Kami sudah siap 80 komputer untuk 120 siswa. Sebanyak 80 komputer ini adalah pemberian dari Diknas dan meminjam orang tua,” ungkapnya.
Budi menjelaskan, ada beberapa orangtua yang rela meminjamkan laptop untuk dipakai ketika UNBK. Budi mengatakan, tahun lalu SMPN 18 menumpang ujian di SMAN 9 Malang. Sebab, sekolah saat itu  hanya mempunyai 40 unit komputer saja.
Selain SMPN 18 yang juga siap melaksanakan UNBK mandiri, SMPN 26 juga optimis. SMPN 26 sudah menyiapkan 120 unit komputer untuk 202 siswa.
“Kami siap melaksanakan UNBK mandiri. Tahun lalu kami masih menumpang di SMKN 5. Dengan 40 komputer milik sekolah, 40 dari Diknas dan 40 meminjam orang tua,” kata Kepala SMPN 26 Pancarini Dinihari, M.Pd.
Dengan jumlah itu, ia mengatakan, nantinya pelaksanaan akan dibagi menjadi tiga sesi.
Terpisah, Disdik Kota Malang menargetkan pada 2018, SMP Kota Malang melaksanakan UNBK mandiri 100 persen. Untuk memenuhi hal tersebut, Dindik akan memberikan 543 unit komputer kepada SMPN yang masih kekurangan.
“Tujuannya untuk mendukung pelaksanaan UNBK tahun depan. Sekolah-sekolah sudah mengajukan permohonan bantuan pada Maret 2017. Karena itu dilakukan pengadaan dengan memakai APBD perubahan 2017,” kata Siti Ratnawati, Kabid Pembinaan SMP Dindik Kota Malang.
Tentang alokasi distribusi ke SMP negeri, ia belum bisa memastikan. Sebab pihaknya masih akan bertemu dulu dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMPN.
“Masing-masing SMPN kekurangan jumlah komputernya tidak sama. Ada yang kurang 40, 70 dan lain-lain. Skala prioritasnya adalah ke sekolah yang membutuhkan,” kata dia.
"Kalau potensi dari sekolahnya ada, misalkan dengan meminjam ke siswa, maka diprioritaskan ke yang membutuhkan karena potensinya kurang," kata Ratna.
Ratna mengatakan, untuk saat ini, pihaknya memang masih memprioritaskan untuk negeri.
Walaupun masih sekolah negeri yang diberikan bantuan, tahun depan seluruh SMP di Kota Malang sudah menyatakan kesediannya ikut UNBK. Kesiapan itu dibuktikan dengan mengisi surat pernyataan. Hal itu menindaklanjuti surat dari kemendikbud untuk memetakan sekolah-sekolah yang ikut UNBK dan tidak.
"Harapan kami pada UN 2018 nanti sekolah-sekolah bisa melaksanakan UNBK mandiri di sekolahnya. Namun jika belum mampu tetap boleh menumpang ke sekolah lain,”kata dia.
Ratna mengatakan, pada pelaksanaan UN lalu, hanya dua SMP swasta yang tidak ikut UNBK karena keterlambatan mendaftar.  Sedangkan dari MTs ada empat sekolah. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :