Musik Kolintang Bergema di Griya UB


MALANG – Ada yang berbeda di taman Griya UB sore (3/11). Suasana sehabis hujan terasa menyenangkan oleh hadirnya alunan musik yang diusung oleh Klothekan Cempluk, dari Karang Taruna Sumberrejo. Seusai dengan namanya, yakni klothekan, mereka memainkan alat musik kolintang bikinan sendiri. Suara sang vokal yang merangkap gitaris mengalun dari speaker, di sisi panggung kecil di taman Griya UB.
Sebagai pembuka, mereka membawakan lagu daerah. Selanjutnya, lagu Payung Teduh yang sedang hits, Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan, mengalun. Penonton berkerubung.
PIC Program Garden Music 'Svarayatra', Redy Eko Prasetyo mengungkapkan, Garden Music ini diusung sebagai kanal kreatif anak muda sekaligus ruang apresiasi sains dan literasi. Acara ini merupakan kolaborasi dari Komunitas Anak Negeri, Klotekan Cempluk, dan Log Sanskrit, grup trio dari India.
“Ruang apresiasi bisa dimanapun, tidak harus di gedung dalam suasana formal. Namun ternyata bisa juga di halaman kantin dan Griya UB yang disulap secara sederhana seperti ini. Agar nanti obrolan di kantin tidak hanya sekedar rasan-rasan dan gosip kanan kiri, tapi tukar informasi,” ungkap lelaki berambut gondrong ini.
Tak hanya musik saja, ke depan ruang taman di depan Griya UB ini juga dapat dimanfaatkan untuk literasi, bernama halaman literasi. Bisa juga untuk unjuk kreasi sains, yang dikonsep secara berbeda karena berada di ruang terbuka. Halaman kantin yang semula terdapat beberapa bangku untuk pengunjung, disulap menjadi panggung kecil. Penonton dapat menikmati pertujukan sambil duduk lesehan, atau di kursi-kursi kayu di area taman.
“Ada konsentrasi yang sengaja kami bangun di sini. Acara ini sebagai pemantik, sehingga nantinya kami berharap ada agenda rutin paling tidak dua minggu sekali paling tidak dari mahasiswa, dengan konten yang berbeda. Bagi mereka yang punya kreativitas, bisa memanfaatkan ruang ini,” ungkapnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :