UIN Maliki Malang, Naikkan Daya Tampung Hingga Seribu Mahasiswa


MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, akan memulai proses pembangunan ma’had (asrama) untuk meningkatkan kapasitas penerimaan mahasisiwa baru pada penerimaan mendatang. Hal ini didasari oleh tingginya minat calon mahasiswa menjadi bagian dari UIN Maliki Malang, namun terbentur pada ketersediaan kapasitas ma’had.
“Kita upayakan untuk menerima lebih daripada yang sekarang, karena di tahun 2017 lalu jumlah pendaftar mencapai 76 ribu, sedangkan yang bisa diterima hanya 3435, atau hanya sekitar lima persen dari pendaftar,” kata Rektor UIN Maliki, Prof Dr Abdul Harris MAg.
Saat ini, ma’had UIN Maliki memiliki kapasitas 3500 siswa, sehingga secara langsung akan membatasi penerimaan jumlah mahasiswa. Di tahun 2018 nanti, UIN Maliki berencana untuk menambah kapasitas ma’had melalui pembangunan, sehingga akan menabah kapasitas hingga 500 sampai 1000 lebih mahasiswa.
“Jadi ketika nantinya ma’had selesai dibangun, kami akan menambah jumlah penerimaan mahasiswa. Untuk waktunya masih belum ditentukan, karena pembangunan ma’had sendiri akan dimulai baru di tahun 2018 nanti,” sambung rektor yang baru tiga bulan menjabat tersebut. Pembangunan ma’had rencananya masih akan ditempatkan di kampus I.
Untuk diketahui, mahasiswa UIN Maliki Malang harus tinggal selama satu tahun di ma’had. Di awal masa pendidikan perkuliahan itulah, mahasiswa baru mendapatkan materi pendalaman agama secara intensif untuk meningkatkan kapasitas spiritual Islam. Hal inilah yang kemudian menjadi ciri khas dan keunggulan mahasiswa UIN.
Mengenai jumlah dosen, Harris mengatakan jumlahnya telah sesuai dengan persyaratan rasio dosen dan mahasisiwa, yakni 1 : 40. Namun, pihaknya mengaku saat ini sedang kekurangan dosen PNS. Hal tersebut kemudian dapat diatasi dengan pengangkatan tenaga dosen luar biasa dan dosen PLU.
“Dari pengangkatan itu sebenarnya sudah bisa dipenuhi, namun yang kami minta sebenarnya adalah dosen PNS, karena gajinya akan dibayar oleh negara, bukan kampus,” ungkapnya.
Harris melanjutkan, kurangnya dosen PNS ini dalam jumlah yang signifikan. Tetapi di tahun ini, pihaknya mendapatkan formasi baru dosen PNS sebanyak 20 orang. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...