Unmer Malang Lirik Potensi Rolak Kedungkandang


MALANG -  Bersinergi dengan Posdaya, masyarakat desa serta pemerintah daerah, LPPM Universitas Merdeka Malang akan membangun potensi kecamatan Kedungkandang. Salah satunya, melalui keberadaan Rolak di kawasan tersebut yang diharapkan menjadi motor kebangkitan dan kemandirian desa dari sisi ekonomi.
“Sekarang sudah mulai pemetaan dan pendataan. Programnya dibuat berdasarkan diskusi grup di masing-masing RW,” kata Ketua LPPM Universitas Merdeka Malang, Prof. Ir. Agus Suprapto, MSc. PhD.
Keberadaan Rolak tersebut nantinya diharapkan menjadi wisata edukasi. Agus mengatakan, selama ini wisata Rolak telah berjalan. Hanya saja, masih belum maksimal. Perlu adanya suatu magnet di kawasan tersebut agar usaha kecil ikut bertumbuh. Untuk itu, diperlukan peran melalui pemberdayaan masyarakat.
“Selama ini dari Posdaya sudah sudah mendampingi untuk taman rajut di Kedungkandang. Namun, akan dikembangkan lagi agar bagaimana berkolaborasi dengan Rolak membentuk suatu wisata edukasi,” paparnya.
Tak hanya itu, ketiadaan PAUD dan TK di beberapa lokasi di Kecamatan Kedungkandangn menjadi perhatian bagi Unmer. Mengenai tanah dan bangunan, telah mendapatkan fasilitas dari masyarakat setempat. Namun masih perlu mendapatakan dukungan dari beberapa pihak.
Yang semakin menjadi pembeda dari program pemberdayaan masyarakat sebelumnya, kali ini koperasi sebagai lembaga keuangan akan menangani semua aspek ekonomi, baik melalui pemasaran maupun permodalan.
“Selama ini koperasi memiliki image yang kurang baik di masyarakat. Untuk itulah kami justru menerapkan konsep ini untuk membangun lagi image koperasi,” lanjutnya.
Dari pihak pemerintah, sokongan yang dibutuhkan terkait dengan alokasi dana desa, dan fasilitas dalam rangka infrastruktur, diantaranya perbaikan jalan. Pihak akademisi akan mendampingi program pemberdayaan, agar usaha yang yang dirintis dapat terus hidup dan tumbuh. Untuk itu, diperlukan data potensi dan permasalah wilayah setempat. Pembangunan ini tentu untuk dapat menghadirkan desa mandiri, baik dari lingkungan maupun ekonomi.
“Kami juga libatkan mahasiswa untuk marketing online. Pada program Posdaya kemarin, mahasiswa mengolah limbah botol jadi bunga dan hasilnya sudah luar biasa,” imbuhnya.
Menurutnya, kewirausahaan yang dipegang oleh mahasiswa akan menghasilkan lompatan yang besar karena mengandung kreativitas dan inovasi khas anak muda. Ini tentu secara langsung dapat sejalan dengan peningkatan ekonomi.
“Bila dulu kami fokuskan pendampingan wirausaha ke UMKM, sekarang kami fokuskan ke mahasiswa, bagaimana mindset mereka dirubah menjadi entrepreneur,” tutupnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :