GSF, SMPN 3 Malang Libatkan Semua Siswa

 
MALANG – Lomba Green School Festival (GSF) 2017 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Malang disambut antusias SMPN 3 Malang. Sekolah yang berada di Jalan Cipto ini memasang target juara di tahun ini, setelah tahun lalu hanya berada di juara kedua. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru sampai orang tua siswa terlibat aktif dalam persiapannya.
Even GSF 2017 menurut Kepala SMPN 3 Malang Tutut Sri Wahyuni tidak hanya dilakukan untuk persiapan mengikuti lomba yang terkait dengan lingkungan hijau sekolah, tapi event ini dijadikan sebagai pembentukan karakter siswa terhadap lingkungan sekolahnya. Sehingga para siswa bisa peka dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolahnya.
“Karena itu, kami melibatkan semua siswa dalam persiapan GSF 2017 ini, termasuk orang tua siswa. Tidak hanya para siswa yang ditunjuk sebagai tim GSF saja. Dengan pelibatan semua siswa diharapkan mereka merasa ikut memiliki dan terbentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sekolahnya,” kata Tutut Sri Wahyuni kepada Malang Post, Minggu (05/11/17).
Pelibatan semua siswa dilakukan dengan pengumpulan sembilan isu yang ada dalam GSF. Masing-masing kelas mulai dari kelas 7 sampai 9, semuanya mengumpulkan masing-masing isu lingkungan sekolah yang telah ditetapkan, yakni, mengenai pengelolaan sampah, penggunaan energi, pengelolaan air dan limbah cair, lahan untuk tanaman, risiko yang ada dilingkungan, kantin sehat, inovasi teknologi, serta literasi lingkungan.
“Semua isu dikumpulkan, kemudian digodok bersama tim GSF. Dicari isu terbaik, baik permasalahan, solusi dan potensinya. Hasil itu pun dipresentasikan kepada semua siswa,” ungkapnya.
Seperti Jumat kemarin, setelah melakukan kegiatan bersama Jumat bersih antara siswa bersama orang tua siswa dan guru, tim GSF mempresentasikan sembilan isu yang telah diperoleh dari semua kelas. Harapannya, semua dapat memahami permasalahan di lingkungan sekolahnya, termasuk solusi dan potensi yang dapat dikembangkan.
“Kami memang selalu melibatkan orang tua siswa. Harapannya, pendidikan karakter yang dibangun di sekolah, juga mendapat dukungan dari orang tua di rumahnya. Karena pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarga siswa di rumah,” tambahnya.
Nur Rochmat, ketua panitia GSF di SMPN 3 Malang menambahkan, persiapan GSF di sekolahnya dilakukan sekitar dua minggu. Semuanya dilakukan dengan sangat antusias, baik siswa, guru dan juga orang tua siswa.
“Kami mempersiapkan dengan baik. Para siswa juga sangat antusias mempersiapkan sembilan isu lingkungan sekolah ini. Rencana juri datang ke sekolah pada 15 November. Kami akan terus mematangkan semuanya,” tambah Mr Soni, sapaan akrabnya. (aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :