Prodi Mekatronika Poltekom Diminati Perusahaan Tambang


MALANG - Program Studi D3 Mekatronika Politeknik Kota Malang (Poltekom) bekerja sama dengan industri dalam pengembangan kurikulum serta rekrutmen tenaga kerja. Dimulai dengan blending kurikulum dengan perusahaan penyedia jasa penambangan, PT. Saptaindra Sejati, dilakukan rekruitmen untuk mencari tenaga kerja handal di bidang pertambangan.
“Tahun lalu ada kerjasama dengan PT. SIS melalui prakerin mahasiswa semester lima. Tak hanya magang, namun mereka juga dapat uang saku,” kata Ketua Program Studi D3 Mekatronika, Imam Kusyairi, MT.
Kelas kerjasama dengan PT. SIS menghadirkan program ikatan dinas, dimana mahasiswa yang selama proses prakerin memenuhi kandidat tenaga kerja perusahaan, maka akan ditarik untuk bergabung dalam level staff di perusahaan ini.
“Sampai dengan akhir tahun ini, perusahaan masih akan membuka lowongan untuk 300 orang. Dalam waktu lima tahun bisa menambah hingga 2 ribu karyawan,” imbuhnya.
Selain itu, Poltekom juga bekerja sama dengan PT. SIS untuk program Basic Mechanic Course selama tiga bulan. Dosen Poltekom mendapatkan kepercayaan oleh PT. SIS untuk memberikan pelatihan soft skill kepada siswa SMK yang telah lolos dalam seleksi recruitment pegawai.
Imam mengatakan, program mekatronik di Poltekom menjadi jujukan industri sebab terbagi dalam dua kelas, yakni otomasi industri dan alat berat. Mengacu pada teknologi industri sekarang yang telah banyak bersandar pada otomasi industri, tentu ini menjadi keunggulan bagi Poltekom. Meski kebutuhan industri dalam keahlian ini sangat banyak, namun Poltekom masih harus menghadapi tantangan bersaing dengan kampus negeri.
Kepala HRD PT. SIS, Ey Eka Kurniawan mengatakan, recruitment langsung di kampus sangat memudahkan pihaknya karena bisa memperolah kandidat yang masih segar, dengan kualifikasi yang spesifik seuai dengan kriteria perusahaan. Ini akan mengurangi waktu dalam seleksi adiministrasi. Selain persayarakat tersebut, lagi lagi karakter menjadi pertimbangan penentuan tenaga kerja.
“Terlebih utnuk pekerja di area tambang, harus memiliki mental yang kuat karena lingkungan pekerjaannya yang berbeda dengan perkotaan. Kalau mentalnya tidak sanggup, tidak akan bsia bertahan lama,” ungkapnya.
Untuk itu, kerjasama dengan perguruan tinggi menjadi jembatan penting, karena melalui proses prakerin biasanya menjadi pintu masuk dalam penerimaan tenaga kerja baru. Meski begitu, sebelumnya karyawan harus menjalani diklat pelatihan fisik dan mental yang dilakukan oleh perusahaan, bekerja sama dengan instansi terkait. (ras/oci)

Berita Lainnya :